8 Kosakata Indonesia yang Diserap dari Bahasa Prancis, Ada Angket

Kependudukan bangsa Eropa di Nusantara ialah histori yang meninggalkan banyak pengaruh terhadap aneka aspek kehidupan masyarakat Indonesia, baik pada masa lalu maupun masa sekarang. Salah satunya pada aspek kebudayaan. Budaya Eropa termasuk segi bahasa telah berperan besar dalam kekayaan bahasa Indonesia dibuktikan dengan keberadaan sejumlah kata serapan di KBBI yang asal-muasalnya ialah bahasa negara-negara para penjajah.
Biarpun hanya sebentar, Prancis di bawah pimpinan Kaisar Napoleon Bonaparte pernah menjadi negara yang berkuasa atas Indonesia (saat itu Hindia Belanda) lantaran berhasil menaklukkan Belanda. Oleh sebab itu, tak mengherankan jika ada campur tangan budaya Prancis dalam kosakata bahasa Indonesia saat ini.
Delapan kosakata berikut menjadi pembuktian pengaruh budaya Prancis di Indonesia, lho. Langsung saja simak senarainya di bawah ini.
1. Berasal dari istilah enquete, "angket" adalah daftar pertanyaan tertulis mengenai persoalan tertentu dengan ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan

2. "Apanase" bermakna 'bantuan berupa tempat atau tanah yang diberikan oleh pemerintah atau badan legislatif kepada anggota keluarga bangsawan'

3. "Argot" merupakan bahasa dan perbendaharaan kata yang bersifat rahasia dari suatu kelompok, misalnya bahasa para pencopet

4. Pada urutan selanjutnya ada istilah "didong" yang dapat diartikan sebagai 'orang Prancis' ataupun 'orang asing berkulit putih (orang Eropa)'

5. Diserap dari kata dressoir, "dresoar" memiliki arti 'lemari tempat menyimpan makanan atau barang-barang pajangan (hiasan)'

6. Selanjutnya ada "gala" di KBBI yang mempunyai makna 'pertama; perdana (mengenai pertunjukan film, drama, dan sebagainya)'

7. "Kornet" merupakan alat musik berkatup, terdiri atas pipa berbentuk kerucut lengkung dan sebuah genta lebar yang berasal dari istilah cornet a piston

8. Sebagai penutup ada "kudeta" dari coup d'etat dalam bahasa Prancis yang artinya 'perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa'

Kosakata Prancis yang diserap menjadi bahasa Indonesia tak terbatas pada satu bidang istilah saja. Misalnya istilah "argot" dilabeli bidang linguistik, sedangkan "kornet" dalam bidang musik. Dengan demikian, mengenal dan mempelajari leksikon bahasa Indonesia dapat membantu kita dalam memperluas cakrawala terhadap pelbagai bidang keilmuan secara bersamaan.








![[FOTO] Kerusakan Sejumlah Bangunan Akibat Gempa M 7,6 di Manado](https://image.idntimes.com/post/20260402/upload_5070a30c619dd5a2797d36f5a4fcd030_3c2aba72-5d4b-42ab-bdf4-305d7bb4c29d.jpg)










