Tersingkir dari Liga 3, Gasma Pulang dengan Kepala Tegak

Makassar, IDN Times - Meski tersingkir dari babak 32 besar Liga 3 2021/22, Gasma Enrekang tetap bersyukur dengan capaian mereka. Terlebih ini jadi kali pertama mereka menembus putaran nasional.
Sejak kompetisi kasta ketiga tersebut masih bernama Divisi Dua dan Liga Nusantara, Gasma lebih sering kandas di fase regional.
"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pemain, ofisial, dan jajaran pengurus Gasma Enrekang," ujar asisten pelatih Gasma yakni Muchtar Tarnat kepada IDN Times, Kamis pagi (24/2/2022).
"Beserta masyarakat Sulsel pada umumnya, dan masyarakat Enrekang khususnya, yang telah mendukung kami selama berlaga di Liga 3 nasional," imbuhnya.
1. Gasma finis sebagai juru kunci Grup V dan cuma mengemas satu poin

Sulqadri dkk melaju sebagai pemuncak klasemen Grup L. Tapi di babak 32 besar, mereka harus mengakui keunggulan Deltras FC Sidoarjo, PS Siak asal Riau serta Perseden Denpasar. Meski cuma mengemas satu poin dari tiga laga, coach Tarnat dan tim tetap pulang dengan kepala tegak.
"Kami sangat bersyukur sudah bisa sampai di 32 besar, ini adalah pencapaian yang luar biasa karena lawan-lawan yang kami hadapi di grup kami merupakan tim-tim yang sudah pernah berlaga di Liga 2. Bahkan pernah mencicipi Liga 1, yaitu tim tuan rumah Deltras FC," katanya.
2. Faktor non-teknis membuat Sulqadri dkk kurang maksimal

Di tengah kepungan tim sarat pengalaman, Gasma finis sebagai juru kunci. Mereka imbang 1-1 dengan Perseden, kalah 3-1 dari PS Siak dan ditekuk empat gol tanpa balas oleh Deltras FC.
Berbicara tentang tiga partai yang dilakoni, coach Tarnat beberkan sejumlah catatan. Keberhasilan menahan imbang Laskar Catur Muka di matchday pertama Grup V disebut tak lepas dari kondisi tim yang turun dengan amunisi lengkap.
"Partai kedua lawan PS Siak, kami kalah karena mental pemain down waktu dihukum penalti kontroversial. Padahal kami menguasai pertandingan dan sempat unggul cepat di menit ke-1," paparnya.
"Dan saat lawan Deltras, ternyata ada empat pemain kami yang tidak bisa main," imbuh Tarnat.
3. Laskar Gunung Nona siap lanjutkan capaian positif musim ini

Meski gagal wujudkan mimpi promosi, Laskar Gunung Nona bertekad lanjutkan capaian positif di musim 2021/22. Penampilan di babak 32 besar jadi bahan evaluasi anak asuh Deny Tarkas tersebut untuk pentas Liga 3 2022.
"Rencana kedepannya insyaallah kami akan persiapkan lebih baik lagi. Dan kegagalan kemarin kami jadikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami sekaligus bahan evaluasi," ujar coach Tarnat.
"Insyaallah kami akan lebih baik lagi di Liga 3 berikutnya," tutupnya.









![[KLASIK] Piala Liga Kembali, Memori Makassar Utama Jawara Edisi 1986](https://image.idntimes.com/post/20250424/460821731-2284584051874600-1881088136233521545-n-5842d6e549f3c7b72e71e1c0d5f41109-59d5535f542391c5ed3828ff701b65fc.jpg)








