Profil Zulkifli Syukur, Legenda yang Menjabat Direktur Teknik PSM

- Zulkifli Syukur resmi ditunjuk sebagai Direktur Teknik PSM Makassar pada Maret 2026 untuk mendampingi tim di sisa kompetisi BRI Super League 2025/2026.
- Selama kariernya sebagai pemain dari 2005 hingga 2023, Zulkifli membela banyak klub dan meraih dua trofi utama bersama Arema Indonesia serta PSM Makassar.
- Sebelum kembali ke PSM, Zulkifli sempat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 dan memiliki pengalaman melatih di beberapa klub serta tim daerah.
Makassar, IDN Times - Ada hal menarik di tengah gonjang-ganjing PSM Makassar yang masih berusaha menjauh dari papan bawah. Salah satu mantan pemain mereka, Zulkifli Syukur, didapuk sebagai Direktur Teknik (Dirtek) untuk mendampingi tim di sisa kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan akun media sosial Instagram resmi klub pada 7 Maret 2026 lalu, tepat sebelum laga pekan ke-25 melawan Malut United yang berakhir imbang 3-3. Zulkifli jelas bukan nama baru di kancah sepak bola nasional. Berikut ini IDN Times menyusun profil singkatnya untuk pembaca.
1. Meraih dua trofi selama berkarier sebagai pemain dari tahun 2005 hingga 2023

Lahir di Makassar pada 3 Mei 1984, Zulkifli menimba ilmu sepak bola dengan menjadi bagian dari PSM Makassar Junior pada awal dekade 2000-an. Tapi, ia justru memulai perjalanan profesionalnya sebagai pemain bersama Persim Maros di tahun 2005, yang saat itu berkutat di Divisi Satu (kini Championship).
Setelah Persim, ia memperkuat 9 klub di sepanjang kariernya. Mulai dari PKT Bontang (2006), Persmin Minahasa (2007-2008), Arema Indonesia (2008-2011), Persib Bandung (2011-2012), Mitra Kukar (2012-2016) serta Pusamania Borneo (2016-2017). Masuk pengujung kariernya, Zulkifli menjadi bagian dari PSM Makassar (2017-2019, 2020-2022), Sriwijaya FC (2019, pinjaman) serta Adhyaksa Farmel FC (2022-2023).
Sosok yang berposisi sebagai bek kanan ini meraih dua trofi sepanjang kariernya. Yakni satu gelar juara Liga Super Indonesia musim 2009/2010 bersama Arema, dan podium Piala Indonesia 2018/2019 dengan PSM Makassar. Turut pula Piala Jenderal Sudirman 2015 yang diraihnya saat menjadi bagian dari Mitra Kukar.
2. Menjadi andalan Timnas Indonesa di awal dekade 2010-an dan cattakan 27 penampilan

Saat masih memperkuat Persmin, pelatih kepala Timnas U-23 yakni Foppe de Haan memanggilnya ke Garuda Muda untuk jalani pemusatan latihan di Belanda. Tapi, momen untuk Zulkifli baru datang saat ia menjadi bagian integral dalam capaian Arema meraih titel Liga Super pada musim 2009/2010.
Penampilan moncer bersama Singo Edan membuat mendiang Alfred Riedl kepincut memboyongnya ke Timnas Indonesia untuk ajang Piala AFF 2010. Bersama sesama rekannya di Arema seperti Beny Wahyudi, Yongki Aribowo, Ahmad Bustomi dan Kurnia Meiga, Zulkifli membawa Indonesia finis sebagai runner-up di ajang dua tahunan tersebut.
Di level internasional, ia adalah pilar tak tergantikan Timnas daru tahun 2010 hingga 2014. Karakter permainannya yang lugas, taktis, dan penuh determinasi membuatnya menjadi langganan sehingga catatkan total 27 penampilan.
3. Sempat bertugas sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 sebelum kembali ke PSM

Jelang pensiun, Zulkifli tidak membuang waktu untuk memperdalam ilmu kepelatihan. Memegang lisensi A-AFC, ia mulai merintis karier dari bawah sebagai asisten pelatih di Adhyaksa Farmel (2022-2023) sembari jalani peran ganda sebagai pemain. Ia dipercaya menjadi pelatih kepala tim PON Sulawesi Tengah pada 2024.
Setelah itu, ia direkrut oleh Persela Lamongan sebagai bagian dari tim kepelatihan jelang musim 2024/2025. Ayah dari tiga putri tersebut sempat menjadi asisten pelatih untuk Laskar Joko Tingkir dari Juli hingga September 2024, sebelum didapuk sebagai pelatih kepala di sisa kompetisi.
Sebelum kembali ke PSM, Zulkifli mengemban peran penting sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 sejak pertengahan 2025. Ia mendampingi pelatih asal Belanda, Gerald Vanenburg, dalam persiapan menuju ASEAN Championship U-23 2025. Penunjukannya didasari oleh kualitas teknis dan kepribadiannya yang dinilai mampu memberi dampak positif bagi perkembangan mental pemain muda.
Nah, seperti apa sepak terjang ZS03 bersama Pasukan Ramang di sisa musim 2025/2026? Patut ditunggu.


















