Makassar, IDN Times – Musim 2025/2026 berjalan ibarat roller coaster bagi PSM Makassar. Dihadapkan pada berbagai dinamika internal dan ancaman degradasi, performa tidak stabil berdampak langsung pada panasnya kursi kepelatihan.
Tercatat, Pasukan Ramang harus berganti nahkoda sebanyak tiga kali dalam satu musim demi bisa bertahan di kasta tertinggi sepak bola tanah air. Mulai dari mundurnya sang pelatih ikonik, kepemimpinan arsitek asing baru yang minim hasil, hingga penyelamatan krusial dari sang pelatih interim. Berikut adalah rapor performa tiga pelatih yang menukangi PSM Makassar di sepanjang musim 2025/2026.
