Raja Sepak Pojok tapi Minim Gol: PR Besar PSM Makassar di Sisa Musim

- PSM Makassar mencatat 148 sepak pojok hingga pekan ke-25, namun hanya dua yang berbuah gol, menandakan masalah serius dalam efektivitas penyelesaian akhir.
- Efektivitas bola mati dinilai krusial bagi PSM untuk mengamankan poin di sisa musim, dengan harapan Zulkifli Syukur mampu memberi sentuhan taktis pada skema tersebut.
- Pemanfaatan pemain bertubuh tinggi seperti Yuran Fernandes dan Dusan Lagator dianggap solusi realistis untuk meningkatkan produktivitas gol dari situasi bola mati.
Makassar, IDN Times - PSM Makassar mencatatkan statistik unik hingga pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Mereka menjadi salah satu tim paling agresif dalam mendapatkan peluang bola mati yakni sepak pojok. Tapi, agresivitas tersebut belum berbanding lurus dengan produktivitas gol di lapangan.
Berdasarkan data statistik dari situs resmi I.League, PSM telah melakukan 148 kali sepak pojok. Angka ini menempatkan Pasukan Ramang sebagai tim dengan jumlah corner kick terbanyak kedua di liga, hanya terpaut tipis dari Persija Jakarta yang mengoleksi 151 kali sepak pojok.
1. Baru 2 gol yang lahir dari 148 sepak pojok hingga pekan ke-25

Sayangnya, dari 148 kesempatan emas tersebut, PSM baru bisa mengonversi 2 peluang menjadi gol. Rasio konversi yang sangat rendah ini menunjukkan adanya masalah serius dalam skema penyelesaian akhir. Baik dari sisi akurasi eksekutor maupun penempatan posisi para pemain jangkung di kotak penalti lawan.
Padahal, PSM dikenal sebagai tim yang sangat berbahaya melalui situasi bola mati. Karakter permainan lugas dan postur fisik pemain yang mumpuni seharusnya menjadi senjata mematikan dalam memecah kebuntuan. Terlebih ketika aliran bola dari permainan terbuka (open play) sedang buntu.
2. Satu sepak pojok yang terkonversi menjadi gol sangat berarti di sisa musim

Mengasah efektivitas sepak pojok bisa menjadi kunci utama bagi PSM untuk tampil maksimal di sisa kompetisi. Mengingat ketatnya persaingan di papan bawah, satu gol dari situasi bola mati kerap menjadi pembeda antara kemenangan tipis atau hasil imbang yang mengecewakan.
Kehadiran Zulkifli Syukur sebagai Direktur Teknik baru diharapkan mampu memberikan sentuhan taktis pada aspek ini. Sebagai mantan pemain yang kenyang pengalaman, Zulkifli tentu memahami bahwa detail kecil seperti variasi sepak pojok dapat memberikan keuntungan strategis bagi tim dalam mencuri poin.
3. Keberadaan para pemain dengan postur tinggi menjulang harus dimanfaatkan

Di sisi lain, mempertajam skema bola mati adalah solusi paling realistis demi mendongkrak daya gedor tim tanpa terus menerus bergantung pada lini depan. Mereka bisa memanfaatkan para pemain dengan postur tinggi menjulang seperti Yuran Fernandes, Aloisio Soares dan Dusan Lagator.
Jika mampu memperbaiki akurasi dan variasi sepak pojok di laga-laga sisa, bukan tidak mungkin Juku Eja akan kembali menjadi tim yang ditakuti dalam situasi bola mati. Efisiensi di depan gawang jadi harga mati jika anak asuh Tomas Trucha ingin segera menjauh dari zona merah.

















