Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pujian Syamsuddin Umar buat Bernardo Tavares: Dia Luar Biasa!

Kota Makassar
Pujian Syamsuddin Umar buat Bernardo Tavares: Dia Luar Biasa!
Legenda PSM Makassar, Syamsuddin Umar, berbicara dalam acara Kelas Statistik dan Analisa Sepak Bola yang digelar media suporter Memori_PSM dan Pagolo, Selasa 28 Maret 2023. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)
Share Article

Makassar, IDN Times - Syamsuddin Umar, pelatih terakhir yang membawa PSM Makassar juara Liga Indonesia musim 1999-2000, mengakui kehebatan Bernardo Tavares. Tak cuma lantaran sukses mengakhiri puasa gelar liga selama 23 tahun, tapi juga berdasarkan taktik yang diterapkan pada setiap pertandingan. Kredit turut ia sematkan pada analis tim Angger Woro Jati dan pelatih fisik Paulo Duarte.

"Pelatih Tavares ini sangat luar biasa, dia punya ilmu. Dan ini ditentukan oleh analisa yang bagus. Pasti ada analisnya. Ada juga pelatih fisiknya," ujarnya saat berbicara sebagai panelis acara Kelas Statistik dan Analisa Sepak Bola yang digelar media suporter Memori_PSM dan Pagolo, Selasa pekan lalu (28/3/2023).

"Kita sekarang tidak pernah melihat permainan PSM di akhir pertandingan semakin menurun. Secara skill individu, dia tidak mencari pemain yang mengandalkan kecepatan. Tapi rata-rata pemainnya bisa melewati pemain lawan. Saya melihat dia tugaskan itu pada semua pemain," imbuh coach Syam.

1. Tavares disebut fasih membaca situasi pertandingan

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares dalam laga Grup H AFC Cup 2022 kontra Tampines Rovers di KLFA Stadium Kuala Lumpur, Senin 27 Juni 2022. (the-afc.com)
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares dalam laga Grup H AFC Cup 2022 kontra Tampines Rovers di KLFA Stadium Kuala Lumpur, Senin 27 Juni 2022. (the-afc.com)

Penggawa PSM dekade 1970-an tersebut ternyata ingin mencari tahu seperti apa resep Tavares. Ia pun memberanikan diri bertanya pada juru latih asal Portugal itu saat bertemu di Bosowa Sport Center, dalam perayaan 107 tahun klub medio November 2022 lalu.

"Secara taktik dan strategi, biasa ada hal-hal di luar nalar kita, tapi Tavares mampu membacanya. Saya pernah ketemu dia di Bosowa Sport Center, sekaligus mengajukan pertanyaan," ceritanya.

"Saya bertanya tentang menapa dalam satu pertandingan yang saya tonton, saya sudah gemas dengan striker-nya yang tidak bisa mencetak gol. Padahal ia harus menggantinya dengan pemain lain yang lebih mampu," sambung Syamsuddin di hadapan 20 peserta kelas.

2. Mengaku takjub dengan pilihannya memaksimalkan peran gelandang

Pesepak bola Persita Tangerang Fergonzi (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makasar Akbar Tanjung (kanan) pada lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Senin (13/3/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Pesepak bola Persita Tangerang Fergonzi (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makasar Akbar Tanjung (kanan) pada lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Senin (13/3/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Dari pengamatan Syamsuddin, ia menyebut fisik striker dalam situasi yang dimaksudnya berada di kisaran 40-50 persen. Hal serupa juga terjadi pada para bek. Sedangkan barisan gelandang masih pada level 70 persen, dan tetap bekerja efektif di lapangan tengah.

Kepada Syamsuddin, Tavares menyebut bahwa barisan gelandang memiliki peran sentral dalam timnya. Tak cuma mengawali serangan, tapi juga memfilter dan membendung upaya lawan sebelum menjadi bahaya. Tugas tersebut dilakoni dengan baik oleh Sayuri Bersaudara, Ananda Raehan Alief, Muhammad Arfan, Akbar Tanjung, Rizky Eka Pratama, Dzaky Asraf, Victor Dethan serta Rasyid Bakri.

"Tavares menjawab karena saat itu gelandang tidak bisa men-support penuh striker untuk mencetak gol, dan tak bisa ikut menbantu menutup lubang-lubang di lini belakang. Makanya Tavares mengaku biasa ganti gelandang dua atau tiga kali," kata Syamsuddin.

"Luar biasa, ilmu kepelatihan saya masih tidak sampai," akunya dengan rasa kagum.

3. Formasi 3-5-2 juga diterapkan pada musim 1999-2000, tapi dengan perbedaan mencolok

Skuad PSM Makassar di pertandingan final Liga Indonesia (Ligina) VI musim 1999/2000 kontra Pupuk Kaltim (PKT) Bontang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (Instagram.com/hendrokartiko34coach)
Skuad PSM Makassar di pertandingan final Liga Indonesia (Ligina) VI musim 1999/2000 kontra Pupuk Kaltim (PKT) Bontang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (Instagram.com/hendrokartiko34coach)

Saat membawa PSM Makassar menjawa juara Ligina 1999-2000, Syamsuddin bersama mendiang Henk Wullems juga memakai formasi 3-5-2. Tapi, saat itu para pemain sayap benar-benar hanya berorientasi menyerang. Sedangkan Tavares menginstruksikan winger untuk ikut turun ke garis pertahanan, sehingga butuh fisik yang prima sepanjang 90 menit.

Berkat kombinasi pemain berlabel Timnas dan talenta lokal, Syamsuddin juga membawa Juku Eja ke final Ligina 2000-01. Trofi turnamen Ho Chi Minh City Cup 2001 turut mampir ke Makassar, termasuk keberhasilan membawa Bima Sakti dkk mencapai fase 8 besar Kejuaraan Antarklub Asia (format lama AFC Champions League).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More