Makassar, IDN Times - Sekilas, duel Persebaya Surabaya versus PSM Makassar pada Rabu (25/2/2026) malam ini memang layak berlabel "big match." Kedua tim memiliki sejarah panjang di kancah sepak bola nasional, serta terlibat dalam rivalitas panjang yang menantang pada era Ligina. Tapi, partai pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 tersebut tak ubahnya pertemuan para tim terluka.
PSM sedang dirundung dua kekalahan beruntun, dengan kekalahan 2-1 di markas Persija Jakarta sebagai yang terbaru. Tak ayal, mereka kian dekat dengan degradasi. Posisi mereka di papan klasemen sementara saat ini yakni peringkat 13 dengan koleksi 23 poin, hanya berjarak 5 angka dari zona merah.
Persebaya pun bernasib sama. Tim asuhan Bernardo Tavares tersebut gagal memetik poin penuh sejak pekan ke-21. Sebagian pihak mulai beranggapan fase bulan madu dengan pelatih asal Portugal tersebut sudah selesai. Jika performa tak kunjung membaik, mereka bisa tergeser sewaktu-waktu dari persaingan papan atas.
