Pekerjaan Rumah PSM Jelang Putaran Kedua: Menambal Lini Belakang

Makassar, IDN Times - Pertahanan kokoh yang selama ini menjadi identitas PSM Makassar mulai mendapatkan ujian berat. Statistik mencatat penurunan performa signifikan pada sektor belakang Juku Eja sebelum putaran pertama BRI Super League 2025/2026 berakhir.
Dalam statistik yang dihimpun dari situs resmi I.League, gawang PSM dibobol sebanyak 10 kali, atau rata-rata 1,6 gol per laga dalam enam pertandingan terakhir. Angka ini jelas menjadi sinyal bahaya yang harus segera direspons oleh sang pelatih kepala yakni Tomas Trucha jelang putaran kedua dimulai.
1. Gawang PSM kebobolan sebanyak 10 kali hanya dalam 6 laga terakhir

Sorotan tertuju pada performa dua kiper andalan PSM yang bergantian mengawal gawang. Hilmansyah, yang lebih sering dipasang sebagai pilihan utama, tercatat sudah delapan gol dalam lima penampilan terakhir besama PSM.
Sementara itu, Reza Arya Pratama yang baru kembali menjadi starter di laga penutup paruh musim melawan Bali United, harus memungut bola dari gawangnya sebanyak dua kali. Rapuhnya sektor belakang agaknya terjadi akibat kurangnya organisasi saat mengantisipasi transisi cepat tim lawan. Terlebih belakangan situasi bola mati menjadi momok tambahan untuk para bek PSM.
2. Uniknya, Juku Eja jadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit ke-5

Uniknya, di tengah statistik buruk, Juku Eja secara akumulatif masih menyandang status sebagai salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Hingga pekan ke-17, mereka baru kemasukan total 19 gol atau rata-ratanya adalah 1,11 per pertandingan. Angka ini sejajar dengan Malut United, tim yang saat ini bertengger di peringkat empat klasemen sementara.
Hal ini membuktikan bahwa pada awal putaran pertama, pertahanan PSM masih terbilang solid. Tapi, akhirnya jumlah kebobolan minim perlahan mulai terkikis lantaran tren negatif, termasuk tak pernah menang dalam lima partai beruntun.
3. Evaluasi lini belakang jadi hal krusial jelang putaran kedua kompetisi

Kondisi tersebut membuat Tomas Trucha segera memperbaiki sistem pertahanannya sebelum memasuki putaran kedua. Jika penurunan performa ini tidak kunjung dihentikan, bukan tidak PSM akan kebobolan lebih banyak.
Stabilitas jadi syarat mutlak jika ingin memperbaiki posisi klasemen. Tak pelak, komunikasi antar pemain hingga mengasah sistem bertahan jadi hal yang digodok jelang partai pekan ke-18 melawan Persijap Jepara, Sabtu (24/1/2026) mendatang. Kesimpulannya, jeda kompetisi jadi momentum krusial PSM untuk menambal bocor pada dinding benteng.

















