4 Fakta PSM Kalah di Markas Persija, Tren Negatif Semakin Gawat

- PSM Makassar kembali menelan kekalahan 1-2 dari Persija Jakarta, memperpanjang tren negatif mereka dengan lima kekalahan dari tujuh laga terakhir di BRI Super League 2025/2026.
- Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan PSM atas Persija dalam tiga pertemuan sebelumnya, sekaligus menjadi kemenangan balasan bagi tim Macan Kemayoran di kandang sendiri.
- Eksperimen taktik pressing tinggi Tomas Trucha sempat berbuah gol Sheriddin Boboev, namun stamina pemain menurun dan lini belakang lengah hingga Persija mencetak gol penentu kemenangan.
Makassar, IDN Times - Kekalahan 1-2 dari Persija Jakarta pada Jumat (20/2/2026) kemarin memperpanjang masa sulit bagi PSM Makassar. Mereka gagal mewujudkan misi menebus hasil buruk di pekan sebelumnya, saat mereka takluk 0-2 saat menjamu Dewa United.
Hasil dari laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 tersebut menjadi alarm bahaya, sebab jarak Yuran Fernandes dan kawan-kawan semakin dekat dengan zona degradasi. Berikut adalah 4 fakta dari pertandingan tersebut seperti dihimpun dari berbagai sumber.
1. Tren Negatif: 5 Kekalahan dari 7 Laga Terakhir

Hasil di markas Persija semakin memperburuk catatan performa PSM sejak memasuki tahun 2026. Dari tujuh pertandingan yang dilakoni sejak Januari, Juku Eja tercatat sudah menderita lima kali kekalahan.
Tim asuhan Tomas Trucha tersebut baru mampu mengemas satu kemenangan dan satu hasil imbang. Ini adalah statistik yang menunjukkan penurunan drastis performa tim selepas catatkan empat kemenangan beruntun.
2. Berakhirnya Rekor Dominasi atas Macan Kemayoran

Kekalahan ini resmi memutus tren positif PSM yang sebelumnya tidak pernah kalah dari Persija dalam tiga pertemuan terakhir atau sejak musim 2024/2025. Juku Eja harus merelakan rekor apik mereka patah setelah terakhir kali tumbang dari Persija pada November 2023.
Kemenangan ini pun menjadi pembalasan sempurna bagi Persija yang sempat takluk pada putaran pertama di Parepare. Saat itu, PSM yang masih dilatih Bernardo Tavares berhasil menekuk anak-anal ibu kota dengan skor dua gol tanpa balas.
3. Strategi Pressing Tinggi yang Berujung Bumerang

Tomas Trucha mencoba melakukan eksperimen taktik dengan menerapkan skema high pressing untuk mengejutkan tuan rumah. Strategi ini sempat berhasil lewat gol Sheriddin Boboev, tapi intensitas tinggi tersebut justru menguras stamina pemain di babak kedua.
Persija mengintensifkan serangan dari sisi sayap dan umpan terobosan pada babak kedua. Hal ini memicu kelengahan koordinasi di lini belakang yang mampu dimanfaatkan Maxwell untuk mencetak gol penentu.
4. Sheriddin Boboev Akhirnya Mencetak Gol Pertama untuk PSM

Gol penyama kedudukan yang dicetak Sheriddin Boboev pada menit ke-37 memang tidak cukup untuk mengawali comeback PSM. Tapi, pemain Timnas Tajikistan tersebut layak merasa senang sebab inilah gol perdananya bersama PSM sejak digaet pada bursa transfer tengah musim.
Boboev akhirnya membuka keran gol setelah bermain selama 133 menit sejak jalani debut dalam laga melawan PSBS Biak pada 8 Februari 2026 lalu. Lebih jauh, pemain berusia 26 tahun itu menjadi satu-satunya dari tiga pemain asing anyar yang sudah menjebol gawang lawan.















