Ditaklukkan Dewa United, Trucha Soroti Performa Barisan Belakang PSM

- Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyesalkan kekalahan timnya dan menekankan perlunya kembali ke hal-hal mendasar dalam sepak bola, terutama dalam organisasi pertahanan.
- Meskipun ada peningkatan performa di lini belakang saat menghadapi Semen Padang dan PSBS Biak, Trucha masih merasa ada instruksi yang belum diterjemahkan secara konsisten di lapangan.
- Kritik utama Trucha tertuju pada agresivitas anak asuhnya saat lawan memasuki area permainan PSM, dengan harapan adanya pressing ketat segera setelah pemain lawan melewati garis tengah lapangan.
Makassar, IDN Times - Kekalahan yang kembali dialami PSM Makassar saat menjamu Dewa United Banten FC pada Sabtu (14/2/2026) kemarin amat disesalkan oleh sang pelatih kepala, Tomas Trucha. Ia menegaskan bahwa timnya harus segera kembali ke hal-hal mendasar dalam sepak bola untuk bisa bangkit, salah satunya organisasi pertahanan.
"Seperti yang kita tahu bersama, kita sempat kalah di lima pertandingan secara beruntun. Dan kita harus kembali lagi ke hal-hal mendasar untuk bertahan dengan rapat dan lebih baik," jelasnya dengan nada serius dalam sesi jumpa pers setelah laga yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare tersebut rampung.
1. Performa lini belakang disebut sudah mulai membaik di dua laga sebelumnya

Peningkatan performa di lini belakang mulai terlihat saat PSM menghadapi Semen Padang dan PSBS Biak. Mereka bisa imbang 1-1 melawan Kabau Sirah, dan menang 1-2 di markas Badai Pasifik. Trucha percaya bahwa kedisiplinan pemain dalam menjaga area belakang sudah kembali pulih seperti yang diinginkan meski belum sempurna.
Namun, pelatih asal Republik Ceko tersebut merasa masih ada instruksi yang belum diterjemahkan secara konsisten di lapangan. Saat anak asuhnya dibekuk Dewa United, mereka hanya catatkan 29 persen penguasaan bola, yang oleh Trucha disebut tampak membiarkan tim tamu bermain-main dengan bola dengan leluasa tanpa gangguan.
2. Para bek disoroti karena tidak memberi tekanan berarti pada pemain Dewa United yang menyerang

Meskipun terapkan taktik menunggu, Trucha memberi catatan khusus mengenai kedalaman posisi bertahan para pemainnya yang seringkali keliru. Ia sadar bahwa ada kecenderungan pemain bertahan terlalu jauh di area sendiri yang justru memberikan ruang gerak luas bagi lawan.
Kritik utama Trucha tertuju pada agresivitas anak asuhnya saat lawan mulai memasuki area permainan PSM. Ia menginginkan adanya pressing ketat segera setelah pemain lawan melewati garis tengah lapangan. Tanpa upaya yang berarti, lawan akan memiliki waktu lebih banyak untuk mengatur ritme serangan.
3. Juku Eja sudah ditunggu dua tim papan atas yakni Persija dan Persebaya

"Kita memang menunggu mereka, tapi instruksinya tidak bertahan sedalam itu. Saya tidak mengharap pemain melakukan itu. Saat mereka (tim lawan) melewati garis tengah lapangan, harusnya para pemain sudah lebih memberi tekanan pada lawan," jelas pelatih 54 tahun tersebut.
Sebagai catatan tambahan, Pasukan Ramang sudah kebobolan 10 kali dalam 6 pertandingan terakhir. Dengan performa lini pertahanan yang merosot, mereka sudah ditunggu jadwal berat di sisa bulan Februari. Mereka jalani tur Jawa dengan lakoni dua laga tandang beruntun melawan Persija (20 Februari 2026) dan Persebaya (25 Februari 2026).

















