Lima Pertandingan Teranyar PSM: Lini Depan Minim Tembakan, Apalagi Gol

Makassar, IDN Times - Statistik lima pertandingan terakhir PSM Makassar mengungkap persoalan serius di lini depan. Dari periode tersebut, Pasukan Ramang hanya mampu mencetak tiga gol, angka yang mencerminkan tumpulnya produktivitas serangan.
Meski dalam beberapa laga PSM sempat unggul penguasaan bola, dominasi itu kerap tak berujung ancaman berarti ke gawang lawan. Konversi peluang menjadi tembakan tepat sasaran (shot on target) minim, sehingga serangan sering terhenti sebelum benar-benar membahayakan di kotak penalti. Tren ini menjadi salah satu faktor kegagalan tim meraih poin penuh dalam beberapa pekan terakhir.
Puncak krisis kreativitas terlihat pada pekan ke-19 BRI Super League saat menjamu Semen Padang pada 2 Februari 2026. Laga yang berakhir imbang tanpa gol itu memperlihatkan kebuntuan total, dengan PSM mencatatkan nol tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Sehingga aliran bola hanya berputar di area tengah tanpa hasil akhir yang nyata.
1. Saat kalah melawan Dewa United, PSM hanya catatkan dua tembakan tepat sasaran

Kondisi serupa terulang pada pekan ke-21 saat melawan Dewa United (14 Februari 2026), di mana PSM hanya mampu melepas dua tembakan akurat sepanjang laga. Sebaliknya, lawan justru memberondong gawang Juku Eja dengan delapan tembakan tepat sasaran, yang berujung kemenangan 0-2 untuk anak asuh Jan Olde Riekerink. Ketimpangan ini mencerminkan para penyerang kehilangan ketajaman, dan sulit melepaskan diri dari kawalan bek lawan.
Data yang dihimpun dari situs resmi I.League menunjukkan bahwa rata-rata tembakan on target PSM dalam lima laga terakhir hanya 3,2 per laga, atau jarang melebihi empat kali. Minimnya volume ancaman ini membuat peluang mencetak gol menjadi sangat tipis. Tanpa frekuensi tembakan yang tinggi, tekanan psikologis terhadap penjaga gawang lawan pun menjadi sangat minimal.
2. Hanya catatkan rata-rata 3,2 tembakan tepat sasaran sepanjang 5 laga terakhir

Masalah ini berakar dari minimnya kreativitas lini tengah dalam menyuplai bola matang kepada para penyerang. Alex Tanque dan tandemnya jarang mendapat suplai umpan terobosan mematikan. Bahkan tusukan dari sisi sayap baru belakangan ini menjadi alternatif, tapi membuat striker tak lagi menjadi opsi penjebol gawang lawan. Dalam beberapa kesempatan, striker bahkan harus turun menjemput bola, membuat tenaga mereka lebih terkuras.
Pada laga terbaru melawan Persija pada Jumat (20/2/2026) lalu, PSM menunjukkan sedikit perbaikan dengan melepas empat tembakan tepat sasaran. Tapi, jumlah itu tetap kalah jauh dibandingkan tuan rumah yang menciptakan tujuh ancaman serius ke gawang Reza Arya. Angka ketajaman jelas masih memprihatinkan, menjadi rapor merah yang harus segera dievaluasi oleh pelatih Tomas Trucha.
3. Mengasah ketajaman serangan menjadi tugas utama Tomas Trucha di sisa musim 2025/2026

Lebih jauh, akurasi tembakan PSM dalam lima laga terakhir berkisar antara 0% hingga 45%. Ketika peluang yang didapat sudah sangat sedikit, buruknya eksekusi akhir membuat setiap serangan menjadi sia-sia. PSM jelas perlu memaksimalkan variasi skema ancaman, seperti tendangan jarak jauh atau penetrasi sayap, demi meningkatkan probabilitas tembakan tepat sasaran.
Jelang sisa kompetisi musim 2025/2026, meningkatkan volume serangan jelas jadi prioritas utama PSM demi menjauhi papan bawah. Ini lantaran mereka saat ini duduk di peringkat 13 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin, hanya terpaut 5 angka dari zona degradasi. Tomas Trucha harus mengasah kembali insting menyerang para pemainnya agar lebih berani melepaskan tembakan di sepertiga akhir lapangan. Keberanian mengeksekusi peluang bisa menjadi kunci utama untuk memecah kebuntuan, sekaligus mengakhiri tren negatif.
















