Antarlini PSIM Vs PSM, Adu Cerdik Para Playmaker Asing

- PSM Makassar menghadapi laga penting kontra PSIM Yogyakarta di pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 untuk menjauh dari zona degradasi.
- Pertarungan lini tengah diprediksi sengit dengan Ze Valente sebagai motor serangan PSIM dan trio Savio Roberto, Rifky Dwi Septiawan, serta Gledson Paixao menjaga keseimbangan PSM.
- Kedua tim menaruh harapan besar pada ketajaman lini depan mereka, dengan Deri Corfe di kubu PSIM dan trio Jacques Themopele, Dzaky Asraf, serta Rizky Eka Pratama di PSM.
Makassar, IDN Times - PSM Makassar akan melakoni laga krusial pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 dengan menantang PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4/2026) besok. Menggunakan formasi identik 4-3-3, kedua tim diprediksi akan bertarung sengit demi memperbaiki posisi di papan klasemen sementara.
Namun, tekanan terbesar ada di pundak pemain tim tamu. Mereka harus mencari poin demi poin demi menjauh dari mimpi buruk degradasi. Anak asuh Ahmad Amiruddin ini saat ini bertengger di posisi 13 dengan koleksi 25 poin, hanya terpaut 5 angka dari batas zona merah. Di sisi lain, PSIM nyaman di posisi 8 berkat perolehan 38 poin. Sebagai pengantar, berikut ini kami mengupas kekuatan kedua tim di masing-masing lini.
1. Bek-bek PSM Makassar unggul dalam duel bola udara

Pertahanan Laskar Mataram akan digawangi oleh duet bek tangguh Jop van der Avert dan Franco Ramos Mingo. Kolaborasi pemain berkarakter Eropa ini menawarkan kedisiplinan posisi yang tinggi guna meredam serangan balik cepat yang sering menjadi senjata andalan tim tamu.
PSM Makassar sendiri memiliki duet menara kembar Yuran Fernandes dan Aloisio Soares. Keduanya sangat dominan dalam bola-bola udara yang bisa dikonversi menjadi gol. Selain kokoh bertahan, kehadiran Victor Luiz di sisi kiri juga menjadi ancaman nyata bagi PSIM dalam situasi bola mati atau sepak pojok.
2. Ze Valente akan menjadi motor lini tengah PSIM

Sektor tengah PSIM Yogyakarta akan dikomandoi oleh Ze Valente, gelandang pemilik visi bermain dan akurasi umpan di atas rata-rata. Pergerakannya bersama Donny Warmerdam akan menjadi motor serangan utama yang harus dimatikan jika PSM tidak ingin didikte sepanjang pertandingan.
Guna meredam kreativitas tersebut, Juku Eja memiliki trio Savio Roberto, Rifky Dwi Septiawan, dan Gledson Paixao. Kombinasi ini menitikberatkan pada kolektivitas dan daya jelajah untuk memutus aliran bola lawan sebelum sempat memasuki area sepertiga akhir pertahanan mereka.
3. Lini depan Juku Eja diharap bisa memaksimalkan peluang di depan gawang lawan

Absennya Anton Fase yang masih pemulihan cedera memaksa PSIM bertumpu pada Deri Corfe sebagai ujung tombak yang didampingi oleh Ezequiel Vidal. Ketajaman Corfe dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi ancaman serius bagi lini belakang PSM yang kerap kehilangan konsentrasi.
Sementara itu, lini depan PSM yang diisi Jacques Themopele, Dzaky Asraf, dan Rizky Eka Pratama dituntut tampil lebih klinis. Setelah sorotan tajam mengenai minimnya akurasi tembakan pada pekan lalu, laga di Bantul ini jadi ajang pembuktian efektivitas penyelesaian akhir bagi trio penyerang tersebut.
Siapa yang akan jadi penentu hasil akhir laga ini? Saksikan partai pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta versus PSM Makassar pada Jumat (10/4/2026) besok, pukul 16:30 Wita.


















