Bertaruh Nasib di Bantul: Skenario Nasib PSM Makassar Usai Lawan PSIM

- Laga PSM Makassar kontra PSIM Yogyakarta jadi penentu nasib tim di BRI Super League 2025/2026, karena posisi mereka masih rawan mendekati zona degradasi.
- Kemenangan akan membuat PSM mengoleksi 28 poin dan menjauh delapan poin dari batas zona merah, sekaligus memperkuat efektivitas strategi caretaker Ahmad Amiruddin.
- Hasil imbang atau kekalahan bisa memperberat tekanan psikologis pemain, memperkecil jarak dengan zona degradasi, serta memicu desakan evaluasi besar dari suporter.
Makassar, IDN Times - PSM Makassar sedang berdiri di persimpangan jalan. Laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta pada Jumat (10/4/2026) besok bukan sekadar perebutan tiga poin. Ini jadi penentu apakah mereka bisa bernapas lega, atau terjun bebas ke dalam pusaran zona degradasi.
Hingga pekan ke-26, PSM masih tertahan di peringkat 13 dengan koleksi 25 poin. Meski terlihat berada di papan tengah, jarak dengan penghuni zona merah sangatlah tipis. Berikut IDN Times membedah skenario nasib Pasukan Ramang usai laga di Stadion Sultan Agung, Kab. Bantul, tersebut.
1. Kemenangan berarti dekatkan Juku Eja pada zona aman sekaligus menjauh dari zona merah

Jika berhasil mencuri poin penuh dari markas Laskar Mataram, poin PSM akan melonjak menjadi 28 poin. Ini adalah berkah luar biasa sebab mereka hanya perlu dua poin lagi untuk mengamankan satu tempat di Super League musim depan. PSM juga perlebar jarak menjadi 8 poin dari penghuni batas atas zona degradasi (Madura United dan Semen Padang), dengan asumsi keduanya gagal meraih hasil maksimal pekan ini.
Kemenangan akan membuktikan bahwa instruksi dari caretaker Ahmad Amiruddin bekerja efektif. Tiga poin dari laga ini turut bertindak sebagai modal berharga menghadapi lawan berat Borneo FC Samarinda di pekan selanjutnya.
2. Imbang membuat beban psikologis anak asuh caretaker Ahmad Amiruddin kian berat

Hasil satu poin hanya akan membuat koleksi PSM bertambah sedikit, yakni 26 poin. Memang tidak merosot, tapi situasi ini tempatkan tim dalam status waspada. PSM hanya akan berjarak 6 poin dari zona degradasi. Jika pesaing di bawahnya seperti Persijap Jepara (22 poin) meraih kemenangan, posisi PSM akan semakin terjepit.
Hasil imbang melawan anak asuh Jean-Paul van Gastel akan memperpanjang tren imbang menjadi tiga laga beruntun. Satu poin pun secara psikologis berpotensi meruntuhkan kepercayaan diri pemain di sisa kompetisi.
3. Jika kalah, PSM Makassar akan semakin gawat dan berpotensi merosot makin dalam

Kekalahan jelas menjadi mimpi buruk bagi Yuran Fernandes dan kawan-kawan. Poin tetap tertahan di angka 25, dan tim berada dalam kondisi bahaya sebab jarak dengan zona merah semakin tipis. Jika Madura United atau Semen Padang menang di pekan ini, selisihnya menyusut menjadi 2 poin. Artinya, posisi PSM bisa dikudeta hanya dalam satu pertandingan saja.
Kekalahan jelas akan memicu tekanan besar dari suporter. Kekhawatiran akan hilangnya semangat tanding kan semakin nyata. Tekanan untuk melakukan evaluasi total meski kompetisi sebentar lagi tutup tirai akan menggema lebih nyaring.


















