Antarlini PSM Vs Persita, Kompak Tanpa Sejumlah Pemain Andalan

- PSM Makassar dan Persita Tangerang sama-sama kehilangan pemain kunci di laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026, membuat kedua pelatih harus menyesuaikan strategi permainan mereka.
- Lini tengah kedua tim pincang akibat absennya kreator serangan utama, memaksa pemain seperti Daisuke Sakai dan Ramon Bueno mengambil peran penting dalam menjaga ritme serta distribusi bola.
- PSM mengandalkan trio Rizky Eka, Luka Cumic, dan Sheriddin Boboev untuk menekan pertahanan Persita, sementara tim tamu bertumpu pada Hokky Caraka menggantikan Matheus Alves yang absen.
Makassar, IDN Times - Duel pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar dan Persita Tangerang pada Senin (2/3/2026) malam ini dipastikan berjalan timpang. Kedua tim kehilangan pemain kunci di posisi krusial, yang memaksa kedua pelatih memutar otak untuk menjaga stabilitas tim.
Partai yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare tersebut juga akan berlangsung dalam tempo tinggi. Ini lantaran kedua tim dikenal tak ragu menerapkan strategi permainan terbuka. Maka, sedikit saja kelengahan akan langsung dihukum dengan telak. Lantas siapa saja pemain andalan kedua tim di masing-masing lini? Berikut IDN Times menjelaskannya untuk para pembaca.
1. Dusan Lagator akan dipercaya mengawal lini belakang PSM Makassar

PSM masih harus tampil tanpa bek sayap agresif, Victor Luiz, yang menjalani sanksi Komdis PSSI. Ini membuat sisi kiri pertahanan kemungkinan besar akan kembali dipercayakan pada Aloisio Soares sebagai pendamping duet menara Dusan Lagator dan Yuran Fernandes. Ketenangan Reza Arya di bawah mistar akan kembali mendapat ujian yakni serangan balik cepat Persita.
Di kubu lawan, Persita tampil dengan kekuatan penuh di lini belakang yang dikomandoi yakni Javlon Guseynov dan Tamirlan Kozubaev. Kehadiran dua bek asal Asia Tengah ini jadi tantangan berat bagi PSM, koordinasi mereka dikenal solid dalam memotong bola bawah maupun duel udara. Kartika Ajie juga diharap tampil apik demi membendung gempuran tuan rumah yang kerap mengejutkan lewat aksi cutting inside para pemain sayap.
2. Ramon Bueno diharap bisa menjadi motor serangan Persita lantaran absennya Eber Bessa

Lini tengah kedua tim menjadi area yang paling terdampak karena absennya para kreator serangan. Pasukan Ramang kehilangan Savio Roberto akibat akumulasi kartu, sehingga beban kreativitas akan berpotensi dialihkan ke pundak Daisuke Sakai. Ia akan dibantu oleh Ananda Raehan yang bertugas memutus aliran bola lawan sebelum menyentuh area pertahanan.
Kondisi Persita jauh lebih mengkhawatirkan. Mereka kehilangan dua gelandang sekaligus, yakni pengatur serangan Eber Bessa dan gelandang bertahan Bae Sin-yeong. Tanpa Eber, praktis beban pengatur ritme jatuh kepada Pablo Ganet dan Ramon Bueno. Duel di lini tengah diprediksi akan berlangsung sangat fisik dan mengandalkan militansi karena absennya pemain bertipe playmaker murni di kedua kubu.
3. Sheriddin Boboev bisa menjadi pemain yang mengejutkan lini belakang Pendekar Cisadane

PSM akan mengandalkan trio Rizky Eka, Luka Cumic, dan Sheriddin Boboev demi mengakhiri tren negatif. Luka Cumic diharap mampu memanfaatkan positioning untuk mengeksploitasi celah di pertahanan Persita. Efektivitas penyelesaian akhir jelas menjadi harga mati bagi lini depan jika anak asuh Tomas Trucha ini hendak mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Sementara itu, Pendekar Cisadane harus tampil tanpa mesin gol Matheus Alves yang terkena akumulasi kartu. Sebagai gantinya, mereka bertumpu pada ketajaman striker lokal Hokky Caraka, bersama Dejan Racic dan Rayco Rodriguez. Kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang akan menjadi senjata utama Persita untuk menghukum pertahanan PSM yang kerap kelabakan dalam situasi serangan balik.

















