Sheriddin Boboev Bicara Adaptasi dan Kesan Berpuasa di Indonesia

- Sheriddin Boboev menegaskan tetap siap bermain selama Ramadan dan menganggap puasa bukan hambatan bagi performanya bersama PSM Makassar di kompetisi Liga 1 Indonesia.
- Pengalaman berpuasa saat bermain di Liga Malaysia membantu Boboev cepat beradaptasi dengan iklim panas Indonesia yang mirip, sehingga tidak terlalu kesulitan secara fisik.
- Meski cuaca berbeda jauh dari Tajikistan, Boboev optimistis bisa terus berkembang dan menunjukkan profesionalitas tinggi tanpa menjadikan puasa sebagai beban kariernya.
Makassar, IDN Times - Penyerang asing PSM Makassar, Sheriddin Boboev, menyatakan kesiapan fisik untuk tetap berkompetisi meski memasuki bulan suci ramadan. Ia menilai ibadah puasa bukan kendala besar bagi karier profesionalnya di Indonesia.
Boboev merasa beruntung karena sebelumnya pernah berkarier di Liga Malaysia yang memiliki kondisi iklim serupa dengan Indonesia. Kemiripan cuaca membuatnya tidak kaget dengan tantangan fisik saat harus menahan lapar dan dahaga di bawah suhu udara yang panas.
1. Sudah pernah memiliki pengalaman serupa saat merumput di Malaysia

"Saya sudah memiliki pengalaman sebelumnya melakukan puasa di Malaysia. Cuacanya hampir sama dengan Indonesia, sehingga tidak terlalu sulit (untuk beradaptasi)," ungkapnya dalam sesi jumpa pers setelah laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 melawan Persija Jakarta, Jumat (20/2/2026) lalu.
Pemain Timnas Tajikistan tersebut sempat memperkuat salah satu tim Liga Super Malaysia, Penang FC (saat itu masih dilatih Tomas Trucha), dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Selama di Malaysia, Boboev catatkan 22 kali penampilan, serta menyumbang 6 gol dan 4 asis.
2. Masih perlu proses adaptasi terutama cuaca yang sangat berbeda dengan Tajikistan

Kendati mengakui adanya perbedaan cuaca yang drastis dibandingkan negara asalnya, Boboev yakin kualitas permainannya akan terus menanjak seiring berjalannya waktu. Ia menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana untuk lebih menyatu dengan ritme permainan tim Juku Eja.
"Cuaca juga berbeda di sini (Indonesia, red.) ketimbang di negara saya. Tapi saya percaya dari satu pertandingan ke pertandingan lain, saya akan membaik," tegas pemain bernomor punggung 21 tersebut.
3. Sama sekali tak menganggap ibadah puasa sebagai sebuah beban karier

Bagi Boboev, menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim di tengah kompetisi sepak bola adalah hal yang sudah biasa ia lalui. Ia tidak melihat puasa sebagai sebuah beban berat, melainkan rutinitas yang tetap menuntut profesionalitas tinggi di lapangan hijau.
"Berpuasa saya pikir tidak masalah, dan ini adalah hal yang saya lakukan dari waktu ke waktu," pungkasnya.
Agaknya, proses adaptasi Boboev mulai membuahkan hasil. Pemain 26 tersebut baru saja membuka keran gol untuk PSM, dalam laga yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan tuan rumah Persija.
















