Keok Lawan Persebaya, Eksperimen Taktik PSM Tak Efektif

Makassar, IDN Times - Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menyebut bahwa skema permainannya tak berjalan mulus ketika takluk dari Persebaya Surabaya. Partai pekan ke-26 BRI Liga 1 2024/2025 yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare, Jumat malam (7/3/2025), tersebut dimenangi tim tamu dengan skor 0-1.
"Formasi yang diterapkan tadi sedikit berbeda dengan pertandingan sebelumnya. Karena itu dari hasil analisis kami, para staf pelatih, atas penampilan Persebaya di pertandingan terakhir. Kita tahu mereka punya dua bek tengah berpostur tinggi, makanya kami coba mengeksplorasi dengan memasang Balotelli dan Nermin bersama," ujarnya selepas laga klasik tersebut rampung.
"Tapi ada beberapa skema yang tidak berjalan, dan ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan untuk tampil lebih bagus," tambahnya.
1. Serangan PSM berkali-kali berhasil dipatahkan oleh para bek Persebaya

Berdasarkan statistik yang dihimpun dari PT Liga Indonesia Baru, PSM sebenarnya tampil lebih dominan. Mereka menguasai 67 persen aliran bola, melepas 16 tembakan dengan 4 di antaranya on target, dan memiliki 337 operan sukses. Serangan dari sisi sayap oleh Victor Dethan dan Victor Luiz berkali-kali merepotkan barisan bek lawan.
Namun, lini pertahanan Persebaya bekerja dengan cukup efektif untuk menutup ruang gerak Joao "BalotellI" Pereira yang diplot sebagai ujung tombak. Setiap crossing kiriman pemain sayap PSM kerap patah lantaran langsung dipotong oleh bek-bek Persebaya. Skema bertahan total diselingi counter attack kreasi poros Amerika Latin andalan mereka, Bruno Moreira dan Francisco Rivera, pun terbukti ampuh.
Rivera sukses mencetak gol semata wayang pada menit ke-63, setelah diawali serangan balik dari sisi tengah. Bajol Ijo bermain lebih efektif kendati cuma kebagian 33 persen ball possession serta 4 tembakan tepat sasaran.
2. Juku Eja kini alihkan fokus untuk laga selanjutnya melawan Persik

PSM sendiri tak bisa berlama-lama meratapi hasil ini. Mereka langsung mengalihkan fokus lantaran sudah ditunggu oleh Persik Kediri. Dengan masa persiapan hanya beberapa hari, Ahmad Amiruddin menegaskan bahwa tim pelatih akan fokus pada pemulihan kondisi pemain.
"Memang jarak pertandingan hari ini dengan Persik itu sedikit mepet. Jadi, coach dan tim pelatih jelas fokus pada recovery pemain," ungkap eks penggawa PSM dekade 2000-an tersebut di hadapan para jurnalis.
"Kita harus menganalisa kembali apa yang bisa kami eksplorasi dari Persik, dan apa yang menjadi kelemahan kami di pertandingan hari ini," tambah sosok yang kerap disapa Amir itu.
3. PSM belum beranjak dari posisi enam klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025

Kapten tim PSM, Akbar Tanjung, menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter atas kekalahan ini. Meski misi pesta laga perdana di Parepare sejak Desember 2023 tak terwujud, ia meminta para pendukung untuk tidak kapok menyambangi Stadion B.J. Habibie.
"Saya meminta maaf atas hasil pertandingan malam ini, sebab seperti yang coach bilang tadi, tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Ke depannya, saya berharap suporter tetap mendukung kami dengan datang kembali ke Stadion B.J. Habibie untuk laga kandang selanjutnya," kata sang gelandang bertahan.
Hasil ini membuat Juku Eja bergeming di peringkat 6 klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2024 dengan perolehan 39 poin. Mereka rentan disalip oleh Malut United yang mengoleksi angka sama dan sedang duduki posisi ke-7. Selanjutnya, PSM akan menantang Persik Kediri di Stadion Gelora Soepriadi Blitar pada Selasa mendatang (11/3/2025).
















