Kecolongan Menit Akhir Lawan PSS, Pelatih PSM Kecewa Berat

Makassar, IDN Times - Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares, menyoroti kelengahan anak asuhnya dalam laga kontra PSS Sleman pada Jumat (13/12/2024). Upaya memetik poin penuh dalam lanjutan pekan ke-14 BRI Liga 1 2024/25 tersebut buyar di depan mata lewat gol menit akhir. Tak cuma memberi corner kick secara cuma-cuma, para pemain juga disebut lakukan kesalahan mendasar.
"Kita sudah bicarakan sebelum pertandingan untuk tidak memberi banyak sepak pojok, serta menghindari pelanggaran yang tidak perlu. Sebab PSS dihuni oleh beberapa pemain berpostur tinggi dan seharusnya bisa kita ubah menjadi lemparan ke dalam," ungkapnya dalam sesi jumpa pers setelah laga di Stadion Batakan Balikpapan tersebut rampung.
"Tapi hal ini terus terjadi, dan membuat tim lawan akhirnya mendapat kepercayaan diri," sambung Tavares.
1. PSM sempat memimpin 1-0 sebelum PSS samakan kedudukan di pengujung laga

Pasukan Ramang sendiri sempat memimpin lewat gol sundulan Aloisio Soares. Masuk babak kedua, ia melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyegarkan tim. Tapi, efeknya kurang maksimal sebab beberapa peluang emas dari mereka urung berbuah gol kedua. Finishing kurang tajam langsung dihukum oleh PSS di masa injury time.
"Saat memimpin 1-0, saya harus melakukan beberapa pergantian karena ada pemain yang cedera dan kelelahan. Dan ada pemain pengganti yang memberi yang terbaik dan ada yang masih bisa memberikan yang lebih," tutur Tavares.
"Kita membuat banyak peluang, nyaris membuat gol kedua lewat Adilson (da Silva) dan Ananda (Raehan Alief). Tapi kita tidak berhasil memastikan kemenangan. Yang terjadi selanjutnya tentu saja kami kebobolan di menit akhir," imbuhnya.
2. Meski lebih agresif mencari shot on target, Juku Eja masih dihantui finishing buruk

Padahal, PSM lebih agresif untuk urusan shot on target meski hanya menguasai 34 persen aliran bola. Mereka bisa melakukannya sebanyak 8 kali dari total 12 tembakan, sedangkan PSS cuma melepas 6 tendangan tepat sasaran dari 13 percobaan. Tapi, agresivitas tanpa gol bagi Tavares terasa hambar.
Hasil akhir pun berbicara lain. Kecolongan jelang laga berakhir jelas menjadi pil pahit kedua secara beruntun yang harus ditelan PSM. Sebelumnya, mereka sudah mengalami hal serupa saat bermain imbang kontra Bali United pekan sebelumnya.
"Tidak ada yang suka dengan hasil ini, apalagi kebobolan gol penyeimbang di menit-menit akhir. Padahal kita memiliki peluang (mencetak gol kedua), tapi tidak bisa memaksimalkannya. Fokus kita sekarang adalah memulihkan diri, introspeksi, dan melakukan evaluasi," tegas Tavares.
3. Pasukan Ramang perpanjang catatan tak terkalahkan di semua kompetisi menjadi 10 laga

Sementara itu, kiper Muhammad Ardiansyah menyebut para pemain sudah berusaha untuk meraih hasil positif di Batakan. Tapi, nasib berkata lain lewat cara yang familiar. Kiper 21 tahun tersebut memilih langsung alihkan fokus ke laga selanjutnya.
"Kami sudah berjuang semaksimal mungkin dengan menguasai pertandingan di babak pertama. Tapi di babak kedua mereka mencetak gol. Kami sudah bekerja keras, tapi belum rezekinya untuk menang. Sekali lagi, terima kasih kepada suporter yang sudah hadir. Semoga di pertandingan berikutnya kita bisa meraih kemenangan," ungkap pemilik nomor punggung 1 tersebut.
Sebiji poin di Batakan tak mengubah posisi Yuran Fernandes dan kawan-kawan di papan klasemen, yakni peringkat 5 dengan perolehan 23 poin. Catatan tak terkalahkan dalam semua kompetisi juga sukses diperpanjang menjadi 10 laga. Di pekan ke-15, mereka akan melawat ke markas Malut United pada Selasa mendatang (17/12/2024).
















