Joop Gall Soroti Pertahanan PSM saat Kalah Telak dari Persikabo

Makassar, IDN Times - PSM Makassar kembali gigit jari. Mereka disikat tiga tanpa gol tanpa balas oleh Persikabo dalam laga pekan ke-25 BRI Liga 1 2021/22 yang berlangsung di Stadion Kompyang Sujana Denpasar, Selasa sore (15/2/2022). Ciro Alves dua kali menjebol gawang Hilman Syah, dengan satu angka tambahan disumbang oleh Aleksandar Rakic.
Berbicara dalam jumpa pers virtual selepas waktu normal, pelatih kepala PSM Joop Gall menjelaskan bahwa timnya mendadak diterpa badai COVID-19.
"Tiba-tiba beberapa pemain dinyatakan positif pagi ini. Jika ditambah dua pemain sedang jalani hukuman, totalnya ada 10 pemain tak bisa turun. Kita terpaksa memainkan para pemain yang awalnya tak masuk dalam rencana," ujarnya.
1. Improvisasi taktik harus ditempuh Joop Gall jelang laga kontra Persikabo

Ada hal beda di lini tengah. Tanpa Delvin Rumbino dan Rasyid Bakri, coach Gall terpaksa memasang Friska Womsiwor sebagai gelandang. Padahal, ia selama ini beroperasi sebagai winger. Tentu saja ini adalah improvisasi di tengah terbatasnya stok pemain.
"Dari apa yang saya lihat selama latihan, Friska punya kemampuan dari segi teknik, ball possessions dan saat menguasai bola dia punya kemampuan yang dimiliki seorang gelandang," katanya.
Meski begitu, Friska tampak gugup menjadi gelandang dadakan. Beberapa kali aliran bola terputus di kakinya, serta tak mampu menutup celah yang ditinggalkan Muhammad Arfan saat bergerak maju.
2. Gaya bertahan PSM jadi sorotan sang pelatih kepala

Menengok statistik pertandingan, Juku Eja benar-benar kalah segalanya. Penguasaan bola cuma 38 persen, dengan akurasi operan 68 persen. Wiljan Pluim benar-benar tidak berkutik dalan kawalan Manahati Lestusen dan Veniamin Shumeyko.
Permainan bola-bola panjang tak efektif lantaran bisa dengan mudahnya dipatahkan bek-bek Laskar Pajajaran. Praktis, Anco Jansen serta Ilham Udin Armaiyn kurang mendapat suplai bola. Cuma ada 4 peluang tepat sasaran berhasil mereka dapat. Menurut coach Gall, cara bertahan anak asuhnya malah jadi senjata makan tuan.
"Seiring waktu, anak asuh saya mempraktikkan zonal defense (bertahan di posisi masing-masing, red.), dan itu hal yang tidak saya suka. Saya ingin mereka untuk terus menempel pemain lawan, ke manapun mereka bergerak," kata juru taktik berpaspor Belanda tersebut.
3. Juku Eja wajib menang saat berjumpa Persita, Sabtu mendatang (19/2/2022)

Berbicara dalam kesempatan yang sama, Friska Womsiwor mengatakan ia dan para pemain lain sudah mengerahkan segala daya upaya selama 90 menit.
"Tapi hasil yang kami dapatkan jauh dari apa yang kami inginkan. Kami tak boleh larut dalam kekalahan ini. Kami akan mencoba dan berusaha lebih keras lagi mendapat tiga poin di pertandingan berikutnya," ungkap Friska.
Hasil ini membuat PSM melorot ke posisi 13 klasemen sementara. Alhasil, Pasukan Ramang wajib menang kala berjumpa Persita, Sabtu mendatang (19/2/2022). Jika belum lepas dari tren negatif, mereka akan makin terbenam di papan bawah.



















