Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Imbas Ricuh Lawan Persib, PSM Makassar Didenda Rp380 Juta
Suporter PSM Makassar melemparkan kursi usai pertandingan BRI Super League 2025/2026 PSM Makassar melawan Persib Bandung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU
  • Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada PSM Makassar akibat kericuhan saat laga kontra Persib Bandung, termasuk larangan dua laga kandang tanpa penonton dan penutupan Tribun Selatan semusim penuh.
  • Total denda yang harus dibayar manajemen PSM mencapai Rp380 juta, berasal dari empat pelanggaran berbeda seperti penyalaan flare massal, pelemparan botol, pitch invasion, dan kelalaian pengamanan stadion.
  • Pihak manajemen PSM menyerukan refleksi bagi seluruh suporter agar insiden serupa tak terulang serta menegaskan komitmen menciptakan stadion yang aman dan nyaman di musim mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Kabar buruk menimpa PSM Makassar di masa libur kompetisi. Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada Rabu (10/6/2026) resmi menjatuhkan sanksi berat kepada PSM. Hukuman ini merupakan imbas dari kericuhan dan pelanggaran disiplin serius pada laga pekan ke-33 saat menjamu Persib Bandung pada 17 Mei 2026 lalu. Hal tersebut diumumkan melalui akun media sosial Instagram resmi klub, @psm_makassar.

Merujuk pada SK Nomor 282/L1/SK/KD-PSSI/V/2026, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman administratif berat untuk beberapa hal yang terjadi dalam partai kandang terakhir di BRI Super League 2025/2026 tersebut. Mulai dari penyalaan petasan, pitch invasion, hingga penyerangan terhadap pemain Persib Bandung oleh oknum suporter.

1. PSM Makassar dihukum menggelar 2 pertandingan kandang tanpa penonton di awal musim 2026/2027

Pesepak bola PSM Rizky Eka Pratama (kiri) bersitegang dengan suporter usai pertandingan BRI Super League 2025/2026 melawan Persib Bandung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU

Dalam unggahan tersebut, diketahui bahwa manajemen PSM Makassar dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak dua laga saat bertindak sebagai tuan rumah. Sanksi ini dipastikan bakal merugikan klub secara finansial pada awal kompetisi musim 2026/2027.

Selain larangan penonton, kelompok suporter yang biasa mengisi area selatan juga harus menerima getahnya. Komdis PSSI memberikan sanksi penutupan sebagian stadion, khususnya Tribun Selatan, selama satu musim penuh. Pihak otoritas menegaskan bahwa pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat pada hukuman yang jauh lebih berat bagi Pasukan Ramang.

2. Akumulasi denda dari 4 sanksi berbeda kepada Juku Eja mencapai Rp380 juta

Sejumlah suporter memasuki lapangan usai pertandingan BRI Super League 2025/2026 PSM Makassar melawan Persib Bandung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU

Selain sanksi fisik, manajemen PSM harus merogoh kocek sangat dalam akibat akumulasi denda berlapis-lapis. Melalui SK Nomor 278/L1/SK/KD-PSSI/V/2026, denda terbesar lahir dari aksi penyalaan flare dan kembang api massal di Tribun Utara, Selatan, dan Timur yang menyentuh angka Rp250 juta. Pelanggaran ini diperparah oleh pelemparan air minum kemasan ke arah Official Area yang membuahkan denda tambahan sebesar Rp30 juta.

SK Nomor 280/L1/SK/KD-PSSI/V/2026 juga menjatuhkan denda Rp60 juta karena masuknya suporter ke area lapangan setelah laga usai. Sementara itu, kelalaian Panitia Pelaksana dalam mengamankan stadion dari penyerangan pemain lawan melahirkan denda sanksi sebesar Rp40 juta. Jika ditotal secara keseluruhan, manajemen harus membayar kerugian materiil bernilai fantastis yakni mencapai Rp380 juta.

3. Manajemen PSM berharap hukuman berat dari Komdis PSSI menjadi bahan refleksi dan evaluasi

Suporter melempar suar ke dalam lapangan usai pertandingan BRI Super League 2025/2026 PSM Makassar melawan Persib Bandung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU

Pihak PSM Makassar menegaskan tidak akan menoleransi pengulangan insiden serupa, terlebih Komdis PSSI sudah memberi peringatan keras bahwa pengulangan pelanggaran akan berakibat pada hukuman yang jauh lebih berat. Manajemen berharap momen kelam ini bisa menjadi titik balik bagi seluruh suporter Juku Eja untuk berbenah.

"Kejadian ini sudah seharusnya menjadi bahan refleksi untuk kita bersama untuk saling introspeksi diri dan berbenah menatap musim yang akan datang. Mari jadikan stadion tempat yang aman dan nyaman untuk siapapun. Mari ki' saling baku jaga!" tutup pernyataan resmi PSM Makassar melalui akun Instagram resmi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article