Imbas 5 Kartu Kuning, Komdis PSSI Jatuhi PSM Sanksi Denda Rp50 Juta

- Komdis PSSI menindaki satu dari tiga laga dimana PSM mendapat lima kartu kuning
- Juku Eja berpotensi mendapat total denda mencapai Rp150 juta dari Komdis PSSI
- Denda jumlah besar jelas menjadi beban finansial untuk manajemen Pasukan Ramang
Makassar, IDN Times - Manajemen PSM Makassar mendapat hukuman denda di tengah masa libur kompetisi BRI Super League 2025/2026. Berdasarkan hasil Sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 2 Januari 2026 yang baru diumumkan Kamis (14/1/2026) lalu, Juku Eja resmi dijatuhi denda sebesar Rp50 juta.
Sanksi tersebut merupakan buntut dari laga pekan ke-15 melawan Persib Bandung pada 27 Desember 2025, di mana lima pemain PSM mengoleksi kartu kuning. Tapi, hukuman ini diprediksi hanyalah awal dari total denda yang harus dibayarkan oleh manajemen tim juara Liga Indonesia dua kali tersebut.
1. Komdis PSSI sudah menindaki satu dari tiga laga dimana PSM mendapat lima kartu kuning

Dalam catatan terbaru, mereka secara konsisten mengulangi kesalahan serupa pada dua laga berikutnya. Di pekan ke-16 melawan Borneo FC Samarinda (3/1/2026) dan pekan ke-17 kontra Bali United (9/1/2026), skuat asuhan Tomas Trucha kembali mencatatkan sedikitnya lima kartu kuning di tiap laga.
Situasi terparah terjadi pada sengit melawan Bali United di Stadion B.J. Habibie Parepare. Tak cuma banjir kartu kuning, wasit bahkan mengeluarkan dua kartu merah untuk pemain PSM. Mengacu pada regulasi Komdis PSSI, PSM berpotensi mengumpulkan total denda hingga Rp150 juta hanya dari tiga pertandingan terakhir di putaran pertama.
2. Juku Eja berpotensi mendapat total denda mencapai Rp150 juta dari Komdis PSSI

Akumulasi denda yang membengkak ini menjadi kerugian ganda bagi Pasukan Ramang. Di satu sisi, klub kehilangan poin-poin krusial dalam duel tersebut lantaran harus bertekuk lutut. Mereka juga harus kehilangan sepasang pemain pilar akibat sanksi skorsing di partai perdana putaran kedua.
Selain stabilitas finansial klub ikut terganggu oleh sanksi administratif. Terlebih mereka sedang dalam proses menyelesaikan sengketa finansial dengan beberapa pihak, dan berujung pada sanksi transfer banned dari FIFA. Sejauh ini sudah ada satu sanksi yang dicabut dari total dua hukuman.
3. Denda jumlah besar jelas menjadi beban finansial untuk manajemen Pasukan Ramang

Pelatih Tomas Trucha kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk mengevaluasi gaya bermain anak asuhnya. Kendati begitu, ia berkilah gaya agresif ini lantaran Yuran Fernandes dan kawan-kawan begitu berambisi untuk memutus tren negatif yang sudah berjalan sejak Desember 2025.
Kendati agresivitas diperlukan untuk memenangkan bola, tapi tanpa kedisiplinan taktik, semangat juang justru berubah menjadi beban denda yang memberatkan manajemen. Kini, para pendukung harus harap-harap cemas dengan berapa sanksi denda susulan yang kemungkinan besar akan diterima PSM.

















