Gaji Menunggak Lagi, Pemain PSM Mogok Latihan

Makassar, IDN Times - Kabar gaji menunggak lagi-lagi datang dari PSM Makassar. Pelatih Bernardo Tavares blak-blakan tentang kondisi yang dialami timnya saat ini.
Kondisi finansial tersebut turut mengganggu persiapan tim jelang laga pekan ke-12 BRI Liga 1 2024/25 kontra Borneo FC Samarinda pada hari Senin ini (2/12/2024).
"Persiapan kita tidak bagus. Saya akan jelaskan kenapa. Saya tidak mudah membicarakan ini. Pada tanggal 21 November lalu kita berada di Padang. Setelah pertandingan para pemain berbicara dengan Direktur Keuangan terkait gaji, mereka berjanji akan membayar," ungkapnya pada sesi jumpa pers pra-pertandingan, Minggu kemarin (1/12/2024).
1. Pemain PSM sempat menanyakan masalah gaji, sebelum akhirnya mogok berlatih

Meski sudah mendapat janji, para pemain tak kunjung mendapatkan haknya lima hari setelah bermain imbang lawan Semen Padang. Alhasil, dari tangga 24 hingga 26 November lalu, skuat PSM melakukan mogok latihan. Ini sebagai respons sekaligus tuntutan kepada manajemen untuk segera menjalankan kewajiban.
Kendati jarak ke laga kontra Pesut Etam mencapai 10 hari, waktu yang panjang tetap tidak berarti lantaran masalah tunggakan gaji. Alhasil, Yuran Fernandes dan kawan-kawan baru berlatih jelang berangkat ke Samarinda.
2. Situasi karut-marut dalam tim disebut sangat mengganggu persiapan lawan Borneo FC

"Ada yang sudah tidak gajian dua bulan, tiga bulan, dan bahkan empat bulan. Dan dua hari terakhir sebelum ke Samarinda, mereka datang latihan tapi hanya fisiknya. Mereka sama sekali tidak fokus dan tidak memiliki motivasi," jelas Tavares dengan nada prihatin.
Pelatih berpaspor Portugal tersebut mengaku paham dengan tuntutan para pemain atas pemenuhan hak mereka. Dia pun akan merasa frustrasi jika ditempatkan dalam kondisi tersebut. Dengan situasi sedang karut-marut, ia meminta semua pihak untuk berempati dan tidak hanya memikirkan hasil akhir pertandingan.
3. Tavares menegaskan situasi seperti ini membuat mental pemain ikut terganggu

"Kondisi kebugaran kita sangat buruk, demikian juga mentalitas para pemain. Bayangkan Anda bekerja dan ketika gaji yang dijanjikan tidak kunjung dibayarkan. Ini membuat mental lelah. Sebagai pelatih, berada di situasi dan lingkungan seperti ini jelas tidak terasa nyaman," tegas Tavares.
Ini jelas menjadi ulangan dari masalah yang selalu dialami Pasukan Ramang. Musim lalu, Tavares bahkan sampai harus menjual beberapa memorabilianya demi membayar gaji pemain dan staf pelatih yang tertunggak. Tapi, manajemen langsung bergerak cepat menuntaskan masalah setelah Tavares mengutarakan inisiatif tersebut.


















