Makassar Kembali Dinobatkan Sebagai Kota Terbaik Nasional

Banyuwangi, IDN Times - Kota Makassar dinakhodai Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto kembali menunjukkan gengsinya di kancah nasional. Pada akhir masa jabatan wali kota berlatar belakang konsultan tata ruang ini, Makassar kembali dinobatkan sebagai kota terbaik secara nasional menurut Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).
Pemerintah Kota Makassar meraih skor tertinggi, yakni 3,4404. Beberapa kota terkemuka lainnya, seperti Surabaya dan Bandung, hanya mampu berada pada peringkat 9 dan 11. Surabaya meraih skor 3,3029, sedangkan Bandung mendapatkan skor 3,3019. Adapun yang berada di posisi kedua, yakni Kota Gorontalo, meraih skor 3,4142 dan Kota Semarang menempati di posisi ketiga dengan skor 3,3375.
1. Sebuah pemerintahan yang bagus tentunya ditopang beberapa prestasi dan pekerjaan yang terukur
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan tersebut langsung kepada Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/4).
“Sebuah pemerintahan yang bagus tentunya ditopang oleh beberapa prestasi dan pekerjaan-pekerjaan yang terukur. Baik secara nasional maupun internasional. Tak seorang pun kepala daerah berani mengatakan diri bagus tanpa bisa mewujudkan pemerintahan yang bagus,” ucap Wali Kota Danny.
2. Pemerintah Kota Makassar berhasil membuat nilai-nilai yang sangat jelas

Menurut Wali Kota Danny, jika hanya bagus dalam pencitraan tentunya bukan menjadi prestasi berarti, tetapi bagus adalah secara administrasi pemerintahan daerah, pertumbuhan ekonomi naik, dan kemiskinan bisa menurun. Wali Kota Danny mengatakan, ukuran-ukuran inilah yang memberikan tanda bahwa pemerintahan dan kepemimpinan itu berhasil atau tidak.
“Alhamdulillah Makassar hari ini telah dinobatkan menjadi sebuah kota dengan nilai penyelenggaraan daerah terbaik di Indonesia. Sebuah tanda bahwa organisasi Pemerintah Kota Makassar dengan segala kekurangannya berhasil membuat nilai-nilai yang sangat jelas untuk dinyatakan bahwa Makassar adalah kota terbaik di Indonesia,” kata Wali Kota Danny.
3. Pemerintah daerah harus dapat beradaptasi dengan kepentingan masyarakat

Penyerahan penghargaan tersebut bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah XXIII bertajuk "Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Kreatif dan Inovatif" yang berlangsung 25 April 2019 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara itu, Menteri Tjahjo mengatakan pemerintah daerah harus dapat beradaptasi dengan kepentingan masyarakat sehingga masyarakat makin memahami hak dan kewajibannya dalam rangka mendapatkan pelayanan.
Oleh karena itu, bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah tersebut Menteri Tjahjo mengajak semua bisa mengawal otonomi daerah agar selalu diisi dengan kegiatan dalam peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintah di daerah. Hal ini guna mewujudkan kesejahteraan rakyat dan peningkatan sumber daya manusia melalui kegiatan kreatif dan inovatif.
“Mari mendorong munculnya kemandirian yang digerakkan oleh kreatifitas dan inovasi daerah dan mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya yang ada baik sumber daya manusia, maupun sumber daya alam yang secara signifikan akan mendukung dan memperkokoh pembangunan nasional dalam bingkai NKRI,” tutur Menteri Tjahjo.
Berikut 10 besar skor dan peringkat kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah kota secara nasional:
1. Makassar (3,4404)
2. Gorontalo (3,4142)
3. Semarang (3,3775)
4. Pekanbaru (3,3489)
5. Tangerang (3,3314)
6. Cimahi (3,3274)
7. Madiun (3,3056)
8. Banjar (3,3032)
9. Surabaya (3,3029)
10. Denpasar (3,3021)


















![[FOTO] Kerusakan Sejumlah Bangunan Akibat Gempa M 7,6 di Manado](https://image.idntimes.com/post/20260402/upload_5070a30c619dd5a2797d36f5a4fcd030_3c2aba72-5d4b-42ab-bdf4-305d7bb4c29d.jpg)