Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

TPA Antang Dinilai Jadi Lokasi Paling Rasional untuk PSEL

TPA Antang Dinilai Jadi Lokasi Paling Rasional untuk PSEL
Aktivitas di TPA Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (2/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai TPA Antang sebagai lokasi paling rasional untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mempercepat pengelolaan sampah kota.
  • Munafri menyebut kontribusi PSEL secara nasional masih terbatas, hanya mampu mengurangi sekitar 14–15 persen volume sampah, sehingga perlu diperluas dan dijalankan lebih masif di berbagai daerah.
  • Pemilihan TPA Antang dinilai efisien karena dekat dengan sumber sampah, memudahkan penerimaan masyarakat, serta menekan biaya transportasi dan operasional dalam pengelolaan PSEL.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala, menjadi opsi paling rasional untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Penilaian ini disampaikan dalam upaya mendorong percepatan realisasi proyek pengolahan sampah di Kota Makassar.

Munafri menggambarkan PSEL sebagai salah satu cara paling efektif dalam mengurangi persoalan sampah di perkotaan. Pemerintah pusat juga memberi perhatian besar terhadap pengembangan proyek ini, sehingga pelaksanaannya didorong berjalan lebih cepat di berbagai daerah.

"Maksud saya begini, proses PSEL ini harus kita tangkap karena ini merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk mengurangi persoalan sampah," kata Munafri, Jumat (3/4/2026). 

1. Kontribusi PSEL masih terbatas

Ilustrasi sampah. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sampah. (IDN Times/Yuko Utami)

Namun demikian, Munafri menyebut kontribusi PSEL secara nasional masih terbatas. Pengurangan volume sampah diperkirakan hanya berada di kisaran 14 hingga 15 persen, sehingga implementasi proyek ini perlu diperluas dan dijalankan secara masif.

"Setelah kami rakor, dengan adanya PSEL yang dibangun semua ini, itu cuma mengurangi kalau tidak salah 14 sampai hampir 15 persen saja persoalan sampah," katanya. 

2. TPA dinilai lebih mudah diterima masyarakat

IMG_20260402_160345.jpg
Aktivitas di TPA Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (2/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Munafri menilai pemusatan fasilitas PSEL di kawasan TPA lebih tepat dibandingkan membuka lokasi baru. Kawasan tersebut sejak lama telah identik dengan aktivitas persampahan sehingga dinilai lebih mudah diterima oleh masyarakat sekitar.

Hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa implementasi PSEL perlu diperluas secara masif. Karena itu, diperlukan upaya agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

"Kalau selama ini kita mau di lokasi yang baru, kan belum familiar orang dengan sampah-sampah yang ada dan sebagainya. Saya berpendapat mending sekaligus semuanya ada di TPA," katanya. 

3. Pertimbangan efisiensi operasional dan biaya transportasi

IMG-20260206-WA0130.jpg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendampingi Menko Pangan RI Zulkifli Hasan saat meninjau TPA Antang, Jumat (6/2/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Menurut Munafri, penggunaan lokasi TPA juga memberikan keuntungan dari sisi operasional, terutama terkait kedekatan antara sumber sampah dan fasilitas pengolahan. Kondisi ini membuat proses pengangkutan menjadi lebih efisien dan tidak memerlukan distribusi tambahan ke lokasi lain.

"Karena proses transportasi pengangkutan sampah yang ada di TPA ke pabrik atau ke tempat pembangunan pembangkit listrik itu kan jaraknya dekat," katanya. 

Munafri menilai jarak yang lebih dekat antara sumber sampah dan fasilitas pengolahan turut menekan biaya transportasi. Efisiensi tersebut dinilai dapat membuat operasional PSEL berjalan lebih optimal dalam jangka panjang.

"Artinya, biaya transportnya itu bisa tercover dengan baik, tidak jauh lagi dibawa," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More