Keluarga Mahasiswa UKI Asal Manado Pertanyakan Hasil Autopsi

- Mahasiswa Fisipol UKI tewas dikeroyok di kampus.
- Keluarga belum menerima hasil autopsi dan kecewa pada rektorat.
- Jika hasil autopsi tak kunjung datang, keluarga akan upayakan autopsi di Sulut.
Manado, IDN Times - Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Kristen Indonesia (UKI) asal Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, bernama Kenzha Ezra Walewangko (22), tewas diduga dikeroyok di lingkungan kampus. Pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Hukum tersebut terjadi pada Selasa (4/3/2025).
Ayah Kenzha, Happy Walewangko, mengatakan anaknya sudah dikebumikan di kampung halaman di Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa. Ia berharap kasus ini segera menemui titik terang.
"Karena pihak kampus bilang kasus ini segera diredam. Apa maksudnya? Apakah akan didiamkan? Atau ditutupi?" ujar Happy, Senin (10/3/2025).
1. Belum terima hasil autopsi

Hingga saat ini, pihak keluarga maupun tim advokasi di Jakarta masih belum menerima hasil autopsi jenazah Kenzha. Padahal, autopsi sudah dilakukan sejak pekan lalu.
"Keluarga belum pernah dihubungi sama sekali, padahal (autopsi) sudah dari hari Rabu," tambah Happy.
Selain itu, ia juga menyayangkan sikap rektorat yang baru membuat permintaan maaf usai kasus ini viral. Padahal, peristiwa ini terjadi di dalam kampus.
2. Upayakan autopsi di Sulut

Jika tak kunjung datang hasil autopsi dari Jakarta, Happy dan keluarga bakal mengupayakan autopsi di Sulut. Keinginannya ini juga sudah disampaikan ke Komisi III DPR RI.
"Kalau toh nanti ada permintaan untuk membongkar kuburan, kami siap supaya kebenaran dan keadilan bisa dinyatakan jelas," kata Happy.
3. Pertanyakan keamanan kampus

Happy mengaku kecewa menguliahkan anaknya ke UKI. Ia berharap anaknya dapat menempuh pendidikan dengan aman, namun justru meninggal dunia.
Happy mempertanyakan keberadaan satpam ketika kejadian. Hal itu karena pengeroyokan terjadi di parkiran motor dekat jalan utama kampus UKI.
"TKP-nya ramai, dekat pos satpam, pendanaan keamanan juga besar. Masa iya dibiarkan?" tuturnya.



















