Waspada! Penipu Jual Alat Listrik Mencatut Nama PLN

Makassar, IDN Times - PLN mengimbau masyarakat mewaspadai segala bentuk penipuan dengan modus penjualan alat listrik. Pelaku biasanya mencatut nama PLN untuk memperdaya korban.
PLN mengingatkan bahwa untuk kenyamanan dan keamanan pelanggan, semua layanan secara terpusat bisa diakses melalui aplikasi PLN Mobile. Tidak ada transaksi yang dibolehkan antara konsumen dengan petugas PLN yang datang ke rumah-rumah.
1. Pelaku jual alat penghemat listrik hingga boks pelindung kWh meter

Ilustrasi PLN Mobile. (Dok. PLN). General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) M. Andy Adchaminoerdin mengatakan, belakangan ini marak terjadi penipuan dengan berbagai modus. Seperti menjual alat penghemat listrik, box pelindung kWh meter hingga layanan yang mengaku petugas PLN yang datang ke rumah kemudian meminta biaya-biaya di luar ketentuan.
"Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati atas tawaran ataupun pihak-pihak yang mengatasnamakan PLN dan meminta sejumlah biaya atau bayaran," ujar Andy dalam keterangannya, Jumat (3/5/2024).
2. Petugas PLN tidak pernah memungut biaya di lapangan

Petugas PLN bekerja di rumah pelanggan. (Dok. PLN Sulselrabar) Andy juga menegaskan petugas resmi selalu dilengkapi surat tugas dan identitas pekerjaan yang jelas. Petugas juga tidak pernah memungut biaya di lapangan.
"Adapun transaksi resmi layanan PLN yaitu pembayaran rekening, pembelian token, pasang baru dan tambah daya hanya melalui payment point dan loket pembayaran. Selain itu semua transaksi resmi pembayaran layanan PLN selalu menggunakam nomor register atau kode bayar," kata Andy.
3. Transaksi pembayaran terpusat lewat sistem digital

Ilustrasi aplikasi PLN Mobile. (Dok. PLN Sulselrabar) PLN juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati atas tawaran ataupun pihak-pihak yang mengatasnamakan PLN dan meminta sejumlah biaya atau bayaran. PLN tak pernah memungut biaya layanan selain yang tertera di aplikasi dan seluruh transaksi pembayaran saat ini terpusat lewat sistem digital melalui Payment Point Online Bank (PPOB).
Untuk mencegah penipuan, Andy mengimbau masyarakat memperhatikan kelengkapan atribut petugas resmi PLN. Menurutnya, petugas PLN selalu dibekali surat tugas, menggunakan tanda pengenal, alat pelindung diri (APD) dan seragam kerja selama bertugas.
Ia melanjutkan, jika di lapangan masyarakat menemukan oknum yang mengaku petugas PLN dan meminta pembayaran di tempat, masyarakat jangan ragu melaporkannya melalui PLN Mobile atau Contact Center PLN 123





















