Waspada! Makassar Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem

- Penetapan status siaga berbasis data BMKG
- Imbauan kewaspadaan untuk masyarakat
- Prediksi curah hujan BMKG hingga Februari
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar resmi menetapkan status siaga cuaca setelah melaksanakan rapat koordinasi lintas instansi terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung beberapa waktu ke depan. Keputusan ini diambil sebagai upaya antisipatif menghadapi kemungkinan banjir, genangan, dan dampak hidrometeorologi lainnya.
Rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota Makassar, Senin (12/1/2026), dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar, serta perwakilan unsur terkait lainnya. Dalam rapat tersebut dibahas proyeksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta langkah-langkah kesiapsiagaan pemerintah daerah.
"Setelah dilakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sudah sepakat bahwa hari ini Kota Makassar berada pada tahapan siaga," kata Munafri saat memberikan keterangan.
1. Penetapan status siaga berbasis data BMKG

Penetapan status siaga merujuk pada data resmi dan analisis ilmiah BMKG. Prediksi curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan genangan serta daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Munafri menegaskan status siaga ini menjadi dasar bagi seluruh jajaran pemerintah kota untuk meningkatkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana. Seluruh camat, lurah, serta perangkat daerah terkait diminta siaga 24 jam untuk merespons cepat apabila terjadi bencana atau ancaman cuaca ekstrem.
"Hasil keputusan ini benar-benar diperoleh dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah," kata Munafri.
2. Imbauan kewaspadaan untuk masyarakat

Munafri pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase. Warga juga diminta segera melapor jika terjadi peningkatan debit air, genangan, atau kondisi darurat lainnya.
"Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik," kata Munafri.
3. Prediksi curah hujan BMKG hingga Februari

Sementara itu, BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi intensitas curah hujan meningkat signifikan di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya pada Januari hingga Februari, dengan akumulasi hujan lebih dari 400 milimeter per bulan. Tingginya curah hujan berpotensi menimbulkan banjir serta gelombang tinggi di kawasan pesisir.
"Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada bulan Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan," kata Nasrol.
Atas kondisi tersebut, BMKG mendorong pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Upaya ini dimaksudkan untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi.
"Kami sangat merekomendasikan adanya siaga darurat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang akan kita hadapi, baik pada bulan ini maupun hingga Februari mendatang," kata Nasrol.

















