Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Sulsel Waspada, Ini Langkah Cegah Kebakaran di Musim Kemarau
Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Istimewa)
  • BPBD Sulsel mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan kebakaran saat cuaca ekstrem dan musim kemarau, terutama dengan menghindari pembakaran sampah, semak, maupun lahan.
  • Warga diminta memastikan kompor, instalasi listrik, dan sumber api aman sebelum meninggalkan rumah atau usaha; serta tidak membuang puntung rokok di area mudah terbakar.
  • Januari-Agustus 2026, Sulsel mencatat 206 kebakaran yang berdampak pada 1.421 jiwa, enam korban meninggal, 426 rumah rusak, dengan kerugian Rp26,9 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Ancaman kebakaran meningkat di tengah kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau di Sulawesi Selatan (Sulsel). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel meminta masyarakat lebih waspada dan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api. Pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran yang dapat berdampak pada permukiman maupun lahan.

"Kami menghimbau kepada segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada kondisi cuaca ekstrem," kata Amson kepada  IDN Times, Selasa (25/8/2026).

1. Warga diminta tidak membakar lahan

Ilustrasi kebakaran hutan (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Amson mengimbau masyarakat tidak membakar sampah, semak belukar maupun lahan secara sembarangan. Warga juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Menurutnya, aktivitas pembakaran terbuka dapat memicu munculnya api. Risiko api berkembang menjadi kebakaran semakin besar ketika kondisi lingkungan kering.

"Jangan melakukan pembakaran sampah, semak belukar, maupun lahan secara sembarangan. Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar," katanya.

2. Pastikan sumber api aman sebelum meninggalkan rumah

Ilustrasi kebakaran. ANTARA FOTO/REUTERS/Costas Baltas)

BPBD Sulsel juga mengingatkan masyarakat memastikan seluruh sumber api di rumah maupun tempat usaha dalam kondisi aman. Hal itu perlu menjadi perhatian sebelum rumah atau tempat usaha ditinggalkan.

Pengecekan tersebut mencakup kompor, instalasi listrik, dan sumber api lainnya. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok atau benda yang masih berpotensi memicu api di lokasi yang mudah terbakar.

"Memastikan kompor, instalasi listrik, dan sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah atau tempat usaha," kata Amson.

3. Segera padamkan dan laporkan jika menemukan api

Ilustrasi kebakaran (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Amson meminta masyarakat segera memadamkan api apabila menemukan titik yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran. Warga juga diminta segera melaporkan kejadian atau indikasi kebakaran kepada pihak berwenang.

"Segera lakukan pemadaman apabila menemukan api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran," jelasnya.

Selain itu, masyarakat dapat melaporkan kejadian kepada aparat pemerintah, petugas pemadam kebakaran, BPBD, atau pihak berwenang. Laporan tersebut diperlukan agar petugas bisa menangani kebakaran sedini mungkin.

4. Sebanyak 206 kebakaran terjadi sepanjang Januari-Agustus 2026

ilustrasi kebakaran (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Imbauan pencegahan tersebut disampaikan di tengah tingginya kejadian kebakaran di Sulsel, utamanya saat musim puncak musim kemarau. Data BPBD Sulsel periode Januari-Agustus 2026 mencatat 206 kejadian kebakaran.

Kebakaran tersebut berdampak terhadap 525 kepala keluarga (KK) atau 1.421 jiwa. Sebanyak 6 orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka-luka, 1.313 orang terdampak, dan 84 orang tercatat mengungsi.

Dari sisi kerusakan, sebanyak 426 rumah terdampak. Selain itu, terdapat tiga fasilitas pendidikan, satu tempat ibadah, dua fasilitas kesehatan, dan satu perkantoran yang mengalami kerusakan.

Kebakaran juga berdampak pada 62 kios atau lapak, satu pabrik, tiga gudang, dan dua unit ternak. Total taksiran kerugian mencapai Rp26,9 miliar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article