Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Walkot Makassar Dukung Perubahan PPDB Jadi SPMB Berdasarkan Domisili

Kota Makassar
Walkot Makassar Dukung Perubahan PPDB Jadi SPMB Berdasarkan Domisili
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Intinya Sih
  • Wali Kota Makassar mendukung perubahan sistem PPDB menjadi SPMB berdasarkan domisili
  • Danny melihat masalah dalam sistem zonasi karena orang dengan kemampuan lebih memilih sekolah favorit
  • Danny optimis penerapan sistem baru akan lebih adil meskipun ada potensi tantangan baru
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, memberikan dukungannya terhadap perubahan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). PPDB kini digantikan dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berdasarkan domisili.

Danny mengklaim sistem domisili sebenarnya sudah diterapkan di Makassar ketika PPDB. Jalur domisili, kata dia, jarang terjadi kekacauan.

"Kalau domisili itu biasa ji memang begitu. Bahkan kita yang duluan domisili itu karena berapa komplain masyarakat yang tinggal bertetangga dengan sekolah, terus tidak dapat kursi," kata Danny, Senin (3/2/2025).

1. Kecenderungan memilih sekolah favorit

Ilustrasi PPDB (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Ilustrasi PPDB (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Menurut Danny, salah satu masalah yang dihadapi dalam sistem zonasi adalah banyaknya orang dengan kemampuan lebih memilih sekolah-sekolah tertentu yang dianggap favorit, meskipun jaraknya lebih jauh. Hal ini menyebabkan anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah tersebut kesulitan mendapatkan kursi.

"Kadang-kadang yang biasa melanggar itu justru orang-orang yang punya kemampuan, yang selalu mau pilih apa yang dia anggap favorit," lanjutnya.

Sementara pada jalur domisili, semua sekolah harus menjadi favorit. Jika ada sekolah yang kualitasnya berbeda, maka itu yang akan menjadi masalah.

"Zonasi itu kan terlalu luas tapi kalau domisili itu jelas, kalau zonasi itu sekolahnya yang zonasi, tapi kalau domisili itu tempat yang terdekat," kata Danny.

2. Pindah domisili jadi masalah pada jalur zonasi

Ilustrasi PPDB. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Ilustrasi PPDB. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Meskipun demikian, Danny juga mencatat potensi tantangan baru, seperti perbedaan kualitas antar sekolah yang bisa memicu ketimpangan. Namun, dia optimis penerapan sistem baru ini akan lebih adil bagi masyarakat.

Menurutnya, kendala yang paling sering muncul bukan manipulasi data domisili, tetapi lebih kepada pindah domisili sementara oleh orang-orang tertentu. Makassar sendiri, kata dia, sudah mengatasi masalah manipulasi data dalam PPDB.

"Makassar dari beberapa tahun ini tidak ada masalah itu PPDB. Yang ada itu kan biasa pindah satu tahun, dia kasih masuk mi di KK-nya orang, itu sudah tidak ada lagi," kata Danny.

3. Danny sebut jalur domisili jadi solusi

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memperkenalkan perubahan  pada sistem PPDB di 2025, yang kini menggunakan SPMB. Salah satu perubahan dalam kebijakan ini adalah peralihan jalur penerimaan murid dari yang semula berbasis zonasi menjadi berdasarkan domisili.

Danny pun menyambut baik kebijakan baru ini sebagai solusi yang lebih tepat. Meski demikian, dia tetap menyadari adanya tantangan dalam implementasinya.

"Iya, saya kira satu solusi yang menarik dan perlu dicoba," kata Danny.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More