Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wali Kota Makassar Batasi Open House Lebaran 2026, Hanya Dua Jam

Wali Kota Makassar Batasi Open House Lebaran 2026, Hanya Dua Jam
Balai Kota Makassar. (IDN Times/Ashrawi Muin)
Intinya Sih
5W1H
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan Pemkot Makassar mengikuti edaran Kemendagri yang membatasi kegiatan open house Lebaran 2026 sesuai arahan pemerintah pusat.
  • Open house hanya digelar satu hari pada Idulfitri 1447 H, berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 Wita, sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan nasional.
  • Kegiatan open house berlokasi di Balai Kota Makassar dan terbuka bagi masyarakat serta jajaran SKPD untuk bersilaturahmi langsung dengan wali kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan Pemerintah Kota Makassar akan mengikuti edaran pemerintah pusat terkait pembatasan kegiatan open house pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri.

Pemerintah pusat sendiri mengimbau seluruh instansi dan jajaran untuk mengurangi kegiatan seremonial seperti halalbihalal dan open house. Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.6/3245/SJ yang merujuk pada Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-40/MS/HL.00/03/2026.

1. Pemkot Makassar ikuti edaran Kemendagri

IMG-20260302-WA0064.jpg
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat diwawancarai wartawan di Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Munafri menegaskan bahwa Pemkot Makassar akan menyesuaikan pelaksanaan open house sesuai dengan arahan yang telah ditetapkan. Ia menyebut, kebijakan ini wajib diikuti oleh seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Jadi, kami Pemerintah Kota Makassar sudah menerima edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mengurangi kegiatan open house saat Lebaran. Artinya kita harus ikuti,” ujar Munafri saat silaturahmi dengan awak media di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (19/3/2026).

Kebijakan pembatasan ini tidak lepas dari pertimbangan kondisi nasional. Pemerintah pusat menilai masih adanya bencana alam di berbagai wilayah Indonesia yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan seremonial diimbau untuk dikurangi dan dialihkan ke kegiatan yang lebih bermanfaat.

2. Hanya ada open house di hari pertama dengan durasi terbatas

Ribuan warga melaksanakan Salat Idulfitri di Lapangan Karebosi, Senin (31/3/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Ribuan warga melaksanakan Salat Idulfitri di Lapangan Karebosi, Senin (31/3/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Munafri menjelaskan, pelaksanaan open house di Balai Kota Makassar hanya akan digelar pada hari pertama Idulfitri. Durasi kegiatan pun dibatasi, yakni mulai pukul 09.00 hingga 11.00 Wita.

“Pada hari Lebaran, kami hanya membuka di hari pertama, itu jam 9.00 pagi sampai jam 11.00 Wita, terbuka untuk masyarakat umum. Setelah itu sudah tidak ada lagi open house-nya, supaya kita ikut aturan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya sempat direncanakan open house berlangsung selama dua hari. Namun rencana tersebut direvisi setelah adanya surat edaran dari pemerintah pusat.

“Di dalam surat edaran pemerintah pusat, ditekankan bahwa masih banyak daerah yang terkena bencana dan sebagainya, sehingga kita mengurangi waktu itu cuma satu hari kita melakukan kegiatan open house untuk masyarakat umum yang mau datang di Balai Kota,” ungkapnya.

3. Open house digelar di Balai Kota

Ilustrasi Idul Fitri. (pexels.com/RODNAE Productions)
Ilustrasi Idul Fitri. (pexels.com/RODNAE Productions)

Open house akan digelar di kawasan Balai Kota Makassar, tepatnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi langsung dengan wali kota.

“Jadi setelah salat Id, baru kami ke sini untuk sapa masyarakat, waktunya hanya satu hari saja,” tuturnya.

Munafri juga mempersilakan seluruh jajaran perangkat daerah atau SKPD untuk turut hadir dalam kegiatan tersebut.“SKPD juga boleh datang,” kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More