MAKASSAR — Kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya terpantau berada pada tingkat yang merugikan kesehatan pada Rabu (14/10/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV melalui Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros, konsentrasi partikel terpolusi PM2.5 berada pada level tinggi sejak dini hari.
Menurut laporan BMKG pukul 06.00 WITA, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 131 (µg/m³). Angka ini masuk dalam kategori Tidak Sehat, yaitu pada rentang 55,5 hingga 150,4 (µg/m³), yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia, hewan, serta lingkungan sekitar.
Berdasarkan grafik riwayat konsentrasi PM2.5 per jam, tingkat polusi udara sempat memburuk hingga masuk ke kategori Sangat Tidak Sehat dengan rentang 150,5 hingga 250,4 (µg/m³). Lonjakan zona merah ini pertama kali terjadi pada pukul 01.00 dini hari ketika grafik mendekati angka 160(µg/m³). Kondisi serupa kembali terulang pada pagi hari sekitar pukul 07.00 dan 08.00, sebelum akhirnya melandai kembali ke tingkat Tidak Sehat pada pukul 09.00 dengan konsentrasi sekitar 125 (µg/m³)
Partikel PM2.5 sendiri merupakan polutan mikroskopis berukuran kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer yang sangat mudah terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan dalam. Paparan udara dengan kondisi ini berisiko menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta memperburuk gangguan pernapasan pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Guna mengantisipasi dampak buruk polusi udara tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Makassar, Maros, dan sekitarnya untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta membatasi kegiatan fisik di area terbuka. Selain itu, warga juga disarankan menjaga kondisi udara di dalam bangunan dengan menutup pintu dan jendela, serta rutin mengonsumsi air putih untuk memelihara daya tahan tubuh.
