Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TKD Naik Jadi Rp735 Triliun, Mendagri: Alokasi Daerah Masih Dibahas
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan keterangan pers usai Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Sabtu (19/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Mendagri Tito Karnavian menyebut anggaran Transfer ke Daerah 2027 direncanakan naik dari Rp663 triliun menjadi Rp735 triliun, sementara pembagian untuk tiap daerah masih dibahas hingga akhir September 2026.
  • Pemerintah telah menambah TKD Rp18,9 triliun bagi 546 daerah untuk memperkuat fiskal, setelah ditemukan keterbatasan anggaran daerah, termasuk dalam membiayai belanja pegawai PPPK.
  • Tito meminta pemerintah daerah tetap bekerja optimal, inovatif, dan kreatif di tengah keterbatasan fiskal; kinerja serta prestasi daerah diperlukan untuk memperoleh tambahan insentif fiskal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk 2027 direncanakan naik menjadi Rp735 triliun. Pemerintah masih membahas pembagian alokasi anggaran tersebut untuk masing-masing daerah.

Hal tersebut disampaikan Tito saat diwawancarai usai menghadiri Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Sabtu (19/9/2026).

"Di media kan sudah disampaikan dalam press release waktu itu oleh Menteri Keuangan. Dari Rp663 naik menjadi Rp735 triliun untuk TKD," kata Tito.

1. Alokasi per daerah masih dibahas

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Tito mengatakan besaran TKD yang meningkat belum berarti setiap daerah telah mengetahui alokasi dana yang akan diterima. Pemerintah masih membahas pembagian anggaran tersebut untuk masing-masing daerah.

Menurutnya, alokasi TKD untuk setiap daerah masih dalam pembahasan pemerintah pusat. Pembagian tersebut ditargetkan selesai hingga akhir September 2026.

"Tapi alokasinya ke daerah masih dibahas. Kalau tidak salah sampai akhir September ini baru dia akan dialokasikan per daerah,"katanya.

2. Sebanyak 546 daerah dapat tambahan TKD Rp18,9 triliun

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain kenaikan TKD untuk 2027, Tito mengungkapkan pemerintah telah memberikan tambahan TKD sebesar Rp18,9 triliun kepada 546 daerah. Tambahan tersebut diberikan untuk memperkuat kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Tito mengatakan tambahan anggaran itu diberikan setelah pemerintah menemukan sejumlah daerah mengalami keterbatasan anggaran. Salah satunya untuk membiayai belanja pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Saya sudah bertemu langsung Menteri Keuangan saat itu, saya ada lapor presiden. Sehingga kemudian diberikan tambahan TKD sebanyak Rp18,9 triliun untuk 546 daerah," kata Tito.

3. Tito minta pemda tetap bekerja di tengah keterbatasan fiskal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan keterangan pers usai Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Sabtu (19/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Tito mengatakan kegiatan pemberian insentif fiskal kepada daerah juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan fiskal pemerintah daerah. Namun, menurutnya, pemerintah daerah tetap harus menunjukkan kinerja untuk mendapatkan tambahan insentif tersebut.

"Tentu kita harapkan bisa menambah juga kemampuan fiskal daerah, tapi ya kerja dulu, berprestasi dulu, sehingga kemudian bisa mendapatkan tambahan," katanya.

Tito meminta kepala daerah tetap bekerja optimal meski menghadapi keterbatasan anggaran. Dia menilai kemampuan kepala daerah mengatasi persoalan dalam kondisi fiskal yang terbatas merupakan bagian dari kepemimpinan menghadapi krisis.

"Kalau bisa berbuat sesuatu di tengah kesulitan itu justru lebih hebat lagi karena artinya memiliki kemampuan leadership menghadapi krisis,"katanya.

Dia pun meminta pemerintah daerah terus berinovasi dalam menjalankan program untuk masyarakat. Pemda juga diminta memanfaatkan kemampuan anggaran yang tersedia secara optimal untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Jadi saran saya mari berbuat yang terbaik saja, sesuai dengan kemampuan yang ada, inovatif dan kreatif," kata Tito.

Curated For You

Editorial Team

Related Article