Tak Sekadar Pejabat, Ini Kriteria Sekda Makassar Diinginkan Munafri

- Seleksi Sekda Kota Makassar sedang berlangsung
- Sekda harus mampu menjadi penghubung utama antara Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan SKPD
- Munafri menegaskan proses seleksi berjalan secara adil, terbuka, dan bebas intervensi
Makassar, IDN Times - Seleksi terbuka untuk mengisi posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar tengah berlangsung. Di balik proses seleksi ketat yang digelar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengungkapkan gambaran ideal sosok Sekda yang dibutuhkan untuk mendampingi dan mendukung jalannya pemerintahan kota.
Menurut Munafri, Sekda bukan sekadar jabatan administratif, tetapi posisi strategis yang berperan sebagai penghubung utama antara Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Sosok Sekda itu adalah sosok yang mampu menjadi perekat, di antaranya menjadi jembatan kita dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, dan SKPD. Mampu menjadi problem solving, punya kemampuan birokrasi yang baik dan tidak kaku," kata Munafri di lokasi asesmen calon Sekda, Kamis (17/4/2025).
1. Munafri tekankan sosok Sekda yang ideal

Munafri menekankan Sekda yang ideal adalah sosok yang mampu memahami dinamika birokrasi, cepat beradaptasi, dan memiliki kepemimpinan yang inklusif. Menurutnya, semua peserta yang ikut seleksi ini bisa memenuhi syarat sehingga harus benar-benari diseleksi.
"Semuanya bersyarat, makanya mereka yang di dalam tahapan ini mudah-mudahan ke depannya bisa lebih maksimal," katanya.
2. Munafri sebut banyak figur ASN berkualitas

Munafri juga mengatakan Kota Makassar memiliki banyak figur ASN berkualitas yang masuk dalam kriteria tersebut. Karena itu, seleksi digelar secara terbuka untuk memastikan proses berjalan objektif dan akuntabel.
"Menurut saya banyak yang seperti ini di Kota Makassar, makanya diseleksi karena kalau cuma satu pasti dipilih. Karena banyak makanya kita seleksi," jelasnya.
3. Sembilan peserta ikut tahap asesmen

Dari sepuluh nama yang lolos administrasi, sembilan mengikuti asesmen pada 17 April 2025, sementara satu lainnya, Andi Bukti Djufrie, tidak hadir karena hasil asesmen sebelumnya masih berlaku.
Munafri menegaskan proses seleksi ini berjalan secara adil, terbuka, dan bebas intervensi. Dia menyebut posisi Sekda sebagai kunci arah pembangunan kota di masa depan.
"Ini paling penting penentu seperti apa Makassar ke depan sehingga membutuhkan pejabat mempuni dan mengerti persoalan yang ada dan tau menyelesaikan persoalan itu secara bersama sama-sama," kata Munafri.


















