Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sulsel Dorong Koperasi Merah Putih Tekan Ketimpangan Harga
Ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Makassar, IDN Times - Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Selatan akan menyalurkan layanan sembako murah. Koperasi ini juga membuka akses barang pokok, pupuk, LPG, dan layanan kesehatan langsung di tingkat desa.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Andi Eka, menyebut keberadaan koperasi ini akan mendorong pemerataan harga di wilayah pedesaan maupun kelurahan. Masyarakat di pelosok dapat membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau sesuai harga eceran tertinggi (HET).

"Bukan hanya bermanfaat dalam layanan, penyediaan sembako maupun seperti biji, tapi juga adanya pemerataan harga ada harga eceran tertinggi. Itu pemerataan harga maupun keterjangkauan mengakses semua yang dibutuhkan di masyarakat di tingkat bawah," kata Eka, Sabtu (12/7/2025).

1. Koperasi Merah Putih sebagai wadah gotong royong

ilustrasi gotong royong (freepik)

Menurut Eka, masyarakat di desa dan kelurahan menyambut kehadiran Koperasi Merah Putih dengan antusias. Mereka menunggu koperasi ini berjalan karena diyakini membawa banyak manfaat.

"Kemudian, tentunya juga ini menjadi bagaimana masyarakat juga menjadikan wadah kebersamaan dan gotong royong ya, tentunya yang menuju kemandiran ekonomi bagi semua masyarakat," lanjutnya.

2. Koperasi Merah Putih klaim hadirkan layanan lengkap

Ilustrasi koperasi (Mykaylabinar.com)

Eka mengatakan gerai warung serba ada (waserda) di bawah koperasi ini mempermudah warga mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Keberadaan waserda ini membantu masyarakat lepas dari ketergantungan pada tengkulak.

"Misalnya adanya klinik dan apotek yang tersedia di tingkat desa kemudian yang mana untuk membeli dan mengakses untuk kesehatan masyarakat itu sudah bisa didapati di desa-desa baik itu yang terpencil maupun di pelosok gitu," katanya. 

Pemerintah melibatkan BUMN sebagai mitra pendukung koperasi. Pertamina, Bulog, Kimia Farma, dan Pos Indonesia ikut menyalurkan LPG, beras, obat-obatan, dan distribusi barang ke desa serta  bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk permodalan.

3. Sulsel catat sudah bentuk 3.057 Koperasi Merah Putih

Ilustrasi Koperasi (dok. Dinas Koperasi Kabupaten Gunung Kidul)

Hingga kini, di Sulsel tercatat sudah terbentuk 3.057 koperasi dari target 3.059 koperasi desa dan kelurahan. Launching serentak secara nasional dijadwalkan berlangsung 19 Juli 2025 mendatang.

"Nah, perkembangannya untuk di mana nanti Bapak Gubernur akan ikut serta dalam daring launching 19 Juli ini. Untuk sementara ini kami menunjuk Takalar, yaitu Koperasi Aing Batu-Batu," kata Eka.

Editorial Team

Related Article