Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat memberikan keterangan pers di posko Gugus Tugas COVID-19 Sulsel, Senin (27/4). Humas Pemprov Sulsel
Merujuk dalam situs resmi covid19.sulselprov.go.id, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Sulsel, hingga pukul 17.54 WITA, Kamis (7/5) kemarin, mencapai 146 orang. Korban meninggal dunia didominasi pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 100 orang, dari total 1037 PDP. Sementara pasien positif meninggal 46 dari 684 yang terdata.
Kota Makassar masih menduduki peringkat pertama jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), hingga pasien positif dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. Per hari ini jumlah ODP Makassar mencapai 1011 orang, PDP 474 dan positif 466 orang.
Dinas Sosial Sulsel yang bertanggung jawab secara teknis dalam proses pemulasaran jenazah, belum memberikan keterangan lanjutan terkait data jumlah pasien korban COVID-19 yang meninggal dunia. Nomor telepon pribadi Kepala Dinsos Sulsel Agustinus Appang, yang dihubungi untuk konfirmasi tidak tersambung.
Dalam keterangan sebelumnya, Agustinus Appang mengatakan, korban yang meninggal dunia itu, sempat menjalani perawatan intens di sejumlah rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di wilayahnya. Rumah sakit rujukan umumnya terletak di Kota Makassar.
Pasien yang meninggal dunia ditangani sesuai dengan standar dan protokol kesehatan badan kesehatan dunia (WHO). Jenazah dipastikan aman sebelum dikebumikan di TPK Macanda, Gowa. "Jadi semua yang meninggal dunia terkait virus corona ini memang dikhususkan di TPA Macanda itu. Sesuai dengan lokasi yang sudah ditetapkan kan di sana," ucap Agustinus beberapa waktu lalu.