Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Suami di Makassar Lapor Istri Diduga Jual Anak hingga Rp8 Juta

Suami di Makassar Lapor Istri Diduga Jual Anak hingga Rp8 Juta
Seorang pria bernama Anto (kanan) di Kota Makassar melaporkan istrinya ke polisi terkait dugaan penjualan anak. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
5W1H
  • Seorang pria di Makassar bernama Anto melaporkan istrinya, MT, ke polisi atas dugaan menjual anak-anak mereka setelah menerima pengakuan langsung dan informasi dari warga sekitar.
  • Anto menduga beberapa anaknya telah dijual dengan nilai transaksi mencapai Rp8 juta, bahkan ada yang disebut sudah dipesan sejak masih dalam kandungan dengan uang panjar Rp1,8 juta.
  • Polda Sulawesi Selatan membenarkan laporan tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan untuk menelusuri keberadaan anak-anak serta memastikan pelaku tidak melarikan diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Seorang pria di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bernama Anto (40) melaporkan istrinya, MT (38), ke polisi atas dugaan penjualan anak. Laporan tersebut dilayangkan setelah Anto menerima berbagai informasi yang menguatkan kecurigaannya, termasuk pengakuan dari istrinya sendiri.

Kasus ini kini dalam penanganan kepolisian. Anto berharap keberadaan anak-anaknya segera diketahui dan mereka dapat kembali dalam kondisi selamat.

1. Anak diduga sudah “dipesan” sejak dalam kandungan

Ilustrasi laporan polisi (Dok Pixabay)
Ilustrasi laporan polisi (Dok Pixabay)

Anto mengungkapkan, selama berumah tangga mereka memiliki lima anak, terdiri dari tiga anak kandung dan dua anak sambung. Ia menduga salah satu anak sambungnya berinisial AI telah dijual oleh istrinya bersama mertua.

“Saya dapat informasi dari istri saya kalau anak sambung saya, AI, itu sudah dijual dengan orang mertua saya,” ucap Anto kepada awak media, Rabu (25/3/2026).

Selain itu, Anto juga memperoleh informasi dari Ketua RT setempat terkait anaknya berinisial AZ. Ia menyebut anak tersebut diduga sudah “dipesan” sejak masih dalam kandungan dengan uang panjar.

“Saya tahu dari pak RT, katanya waktu anak saya masih dalam kandungan sudah ada yang panjar Rp 1,8 juta. Setelah lahir, yang sudah panjar sempat datang dan terjadi cekcok karena bayi belum diberikan,” jelasnya.

2. Dugaan transaksi hingga Rp8 juta

ilustrasi rupiah
ilustrasi rupiah (Unsplash/Mufid Majnun)

Kecurigaan Anto semakin menguat setelah anak lainnya berinisial AS tidak ia temui selama sekitar dua bulan terakhir. Ia menduga anak tersebut juga telah dijual.

“AS ini menurut saya juga sudah dijual, karena sudah dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya,” tambahnya.

Ia juga mengaku mendengar pengakuan dari istrinya terkait bayi dari keluarga iparnya yang diduga langsung diambil seseorang setelah dilahirkan, dengan nilai transaksi mencapai jutaan rupiah.

“Istri saya bilang, waktu iparnya melahirkan, bayinya langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp 8 juta,” ungkapnya.

Sebelum kasus ini mencuat, Anto mengatakan istrinya sempat berpamitan pulang ke rumah orang tuanya dengan alasan menghindari sakit saat musim hujan. Namun, setelah lebih dari sepekan, istrinya tidak kembali dan keberadaan anak-anaknya pun tidak diketahui.

“Saya sudah minta pulang, tapi tidak mau. Saya datangi rumah mertua, tapi istri dan anak-anak saya sudah tidak ada,” tuturnya.

3. Polisi lakukan penyelidikan

Kantor Polda Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 17 Makassar. (Dok. IDN Times)
Kantor Polda Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 17 Makassar. (Dok. IDN Times)

Atas kejadian tersebut, Anto melaporkan istrinya ke Polda Sulawesi Selatan pada 2 Maret 2026. Laporan diterima dengan nomor laporan LP/B/248/III/2026/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN.

Kasubdit II Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Sulsel, Kompol Zaki Sungkar, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Iya betul, kami belum bisa memberikan keterangan banyak, biarkan kami kerja maksimal dulu, kami tidak ingin pelaku menyembunyikan dan kabur," kata Zaki Kamis (26/3/2026).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More