Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Staf Rumah Sakit di Makassar Diduga Dilecehkan Atasan, Korban Trauma
Ilustrasi kekerasan. (IDN Times/Nathan Manaloe)
  • Staf RS Mata Makassar diduga jadi korban pelecehan seksual oleh atasannya sendiri.
  • Korban melapor meskipun kehilangan pekerjaan, didampingi aktivis perempuan untuk pemulihan trauma.
  • Korban mengalami gangguan mental dan takut bertemu terlapor setelah mengalami pelecehan berkali-kali selama lima tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Seorang staf Rumah Sakit (RS) Spesialis Mata di Makassar, RT (24), diduga menjadi korban pelecehan seksual. Korban diduga dilecehkan oleh atasannya sendiri.

Korban telah melaporkan kasus yang dialaminya meskipun harus kehilangan pekerjaannya. Korban sudah tak tahan mengalami intimidasi dari perusahaan agar tidak merusak citra institusi yang bergerak di bidang spesialis mata.

"Pasti kita tindaklanjuti sesuai dengan laporan korban, misalnya dilakukan pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiddudin, Senin (23/9/2024).

1. Korban pernah dicekik dan diancam akan dipecat jika melapor

Ilustrasi kekerasan (IDN Times/Aditya Pratama)

Korban kini telah didampingi aktivis perempuan dan UPTD PPA Makassar untuk pemulihan trauma. Dinas Perlindungan Perempuan dan aktivis perempuan, juga mendampingi korban mendatangi Mako Polrestabes Makassar pada Sabtu (21/9/2024) lalu untuk melaporkan pelecehan yang dialaminya.

Kerabat RT yakni IC mengatakan korban melapor karena sudah tidak tahan dengan kasus pelecehan seksual itu. Korban bahkan pernah dicekik dan diancam akan dipecat jika tidak menuruti keinginan terlapor.

"Melapor karena anggota keluarga saya mendapat kekerasan seksual oleh atasannya di salah satu rumah sakit di Makassar, rumah sakit spesialis, sejak Bulan Mei tahun ini," kata IC.

2. Korban sempat mengalami gangguan mental

Ilustrasi kekerasan. (IDN Times/Mardya Shakti)

IC menyebut korban sempat mengalami gangguan mental akibat hal tersebut. Korban mengalami ketakutan yang terus menghantuinya setiap kali bertemu terlapor di tempat kerja.

"Karena mau mempertahankan pekerjaannya. Sampai terakhir mentalnya sudah rusak hingga melapor," kata IC.

3. Pelecehan terjadi berulang kali selama bekerja lima tahun

ilustrasi kekerasan (IDN Times/Aditya Pratama)

IC menyebutkan korban telah bekerja di rumah sakit tersebut selama lima tahun. Akhirnya, korban memberanikan diri untuk melapor, lantaran telah mendapatkan perlakuan tak senonoh berkali-kali.

"Sudah berulang kali. Terakhir ini sampai dicekik leher korban. Diancam akan dikeluarkan dari pekerjaannya. Kerja sudah lima tahun. Sudah jadi karyawan tetap," kata IC.

Editorial Team

Related Article