Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Solar dan Elpiji Langka di Makassar, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (7/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
  • Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Makassar, terutama bagi pembeli solar.
  • Polda Sulsel menyelidiki dugaan penyimpangan distribusi BBM yang diduga berkaitan dengan kelangkaan solar.
  • Ditreskrimsus akan berkoordinasi dengan Pertamina, pengelola SPBU, dan pihak terkait, termasuk mengenai LPG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (7/9/2026)

Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Antrean terutama terjadi pada kendaraan yang hendak membeli solar.

nanti

Ditreskrimsus Polda Sulsel akan melakukan penyelidikan terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM. Polda juga akan berkoordinasi dengan Pertamina, pengelola SPBU, dan pihak terkait.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Makassar saat solar sulit didapat.
  • Who?
    Polda Sulsel, Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Pertamina, pengelola SPBU, dan pihak terkait distribusi BBM.
  • Where?
    Sejumlah SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Informasi solar yang diduga dibawa ke Morowali juga akan didalami.
  • When?
    Senin (7/9/2026).
  • Why?
    Kelangkaan solar memicu dugaan penyimpangan distribusi BBM dan dugaan praktik mafia BBM.
  • How?
    Ditreskrimsus akan melakukan penyelidikan serta berkoordinasi dengan Pertamina, pengelola SPBU, dan pihak terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di Makassar, banyak mobil antre untuk membeli solar pada Senin. Solar susah didapat. Kak Didik dari Polda Sulsel bilang polisi akan mencari tahu kenapa. Polisi juga mau bicara dengan Pertamina dan SPBU. Mereka akan melihat apakah ada masalah pembagian BBM dan LPG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Langkah Polda Sulsel untuk menyelidiki kelangkaan solar dan berkoordinasi dengan Pertamina serta pengelola SPBU membuka ruang penelusuran distribusi BBM secara menyeluruh. Komitmen menindak penyimpangan apabila bukti dan unsur pidana ditemukan juga menunjukkan penanganan dilakukan melalui proses penyelidikan, pemeriksaan, dan koordinasi dengan pihak terkait.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/9/2026). Pantauan IDN Times, hampir seluruh SPBU di sejumlah titik mengalami antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Antrean terutama terjadi pada kendaraan yang hendak membeli BBM jenis solar. Kelangkaan solar ini pun memicu dugaan adanya penyimpangan dalam distribusi BBM, termasuk informasi yang menyebut bahan bakar tersebut diduga dibawa ke kawasan pertambangan di Morowali.

1. Polda Sulsel selidiki penyebab kelangkaan solar

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (7/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap persoalan kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Makassar.

Didik menyebut, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel akan melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya penyimpangan dalam distribusi BBM.

"Ya, terkait dengan langkanya BBM, tentu kita tidak akan diam. Nanti dari Krimsus akan tetap melakukan penyelidikan," kata Didik kepada wartawan di Mapolda Sulsel, Senin.

Ia mengatakan, penyelidikan tersebut nantinya akan mengungkap apakah terdapat praktik mafia BBM atau faktor lain yang menyebabkan solar sulit didapatkan.

"Apakah itu ada mafia atau tidak ada mafia, nanti akan kita sampaikan kembali. Yang jelas, Polda akan tetap melakukan kegiatan penyelidikan. Kalau memang ada, pasti akan kita tindak lanjuti," ujarnya.

2. Dugaan mafia BBM akan ditindak hukum

Ilustrasi SPBU Pertamina/Pertamina Patraniaga Sulawesi

Didik menegaskan Polda Sulsel tidak akan menoleransi apabila penyelidikan menemukan adanya penyimpangan maupun praktik mafia dalam distribusi BBM, khususnya solar.

"Polda Sulsel berkomitmen, kalau memang itu ada penyimpangan dan juga ada mafia dari BBM, terutama solar, pasti akan kita tindak lanjuti secara hukum," tegasnya.

Menurut Didik, penindakan akan dilakukan setelah penyidik menemukan bukti dan unsur pidana dalam kasus tersebut.

"Jadi tidak akan kita tolerir. Kalau memang dari hasil penyelidikan nanti kita temukan, kemudian akan kita lakukan pemeriksaan dan terpenuhi unsurnya, akan kita tindak lanjuti secara hukum," katanya.

3. Polda akan koordinasi dengan Pertamina dan SPBU

Antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU Pertamina di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (31/3/2026). Dok. Instagram/makassar.info

Selain melakukan penyelidikan, Polda Sulsel juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menelusuri penyebab kelangkaan BBM. Didik mengatakan koordinasi akan dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel dengan Pertamina, pengelola SPBU, serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan distribusi BBM.

"Nanti semua pihak akan kita koordinasikan, apakah itu Pertamina, SPBU dan lain sebagainya. Nanti akan dikoordinasikan oleh Krimsus," ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi dan penyelidikan tidak hanya berkaitan dengan kelangkaan BBM. Aparat juga akan mendalami persoalan kelangkaan komoditas energi lainnya, termasuk LPG, jika ditemukan adanya masalah distribusi.

"Termasuk semua permasalahan, baik itu nanti BBM, nanti LPG, nanti ada dari Krimsus akan berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan kelangkaan tersebut," kata Didik.

Terkait informasi bahwa sebagian solar diduga dibawa menuju kawasan pertambangan di Morowali, Didik belum memberikan kesimpulan. Ia mengatakan informasi tersebut akan didalami melalui proses penyelidikan.

"Nanti akan kita lakukan penyelidikan," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article