Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Senjata Mainan Makan Korban, Remaja Gowa Kena Peluru Gel di Bola Mata

Senjata Mainan Makan Korban, Remaja Gowa Kena Peluru Gel di Bola Mata
Remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban peluru gel, Kamis (5/3/2026) malam. Dok. Polres Gowa
Intinya Sih
  • Seorang remaja 15 tahun di Gowa terluka di mata kanan akibat tembakan peluru gel saat duduk bersama teman-temannya usai salat tarawih pada Kamis malam.
  • Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis, sementara polisi segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
  • Kapolres Gowa memerintahkan tim khusus memburu para pelaku dan mengimbau orang tua agar lebih mengawasi anak-anak dari penggunaan senjata mainan berbahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban peluru gel setelah sekelompok remaja melakukan aksi brutal dengan menembaki warga secara membabi buta pada Kamis (5/3/2026) malam.

Korban bernama Ramadhan, warga Dusun Bontomanai, Desa Lempangan, Kecamatan Bajeng. Ia terkena tembakan peluru gel di bagian bola mata kanan saat sedang duduk bersama teman-temannya di depan sebuah warung.

1. Terkena peluru gel usai shalat tarawih

Pistol mainan yang digunakan pasangan suami istri untuk melakukan pemerasan disita Polresta Banyumas, Selasa (27/52025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Pistol mainan yang digunakan pasangan suami istri untuk melakukan pemerasan disita Polresta Banyumas, Selasa (27/52025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Akibat kejadian tersebut, Ramadhan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini kondisi matanya masih diperban.

Kanit Jatanras Satreskrim Polres Gowa, IPDA Aditya Pamungkas, mengatakan polisi langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat terkait insiden tersebut.

“Setelah kami menerima laporan, tim langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan,” kata Aditya kepada awak media.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 Wita di depan SD Bontomanai, Kecamatan Bajeng. Saat itu korban bersama sejumlah temannya sedang duduk santai usai melaksanakan salat tarawih.

2. Korban dilarikan ke rumah sakit

Ilustrasi ambulance (freepik.com/rawpixel.com)
Ilustrasi ambulance (freepik.com/rawpixel.com)

Namun situasi yang awalnya tenang berubah menjadi panik ketika sekelompok remaja melintas menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata mainan peluru gel.

“Para pelaku melintas menggunakan sepeda motor. Setiap melihat kerumunan anak muda yang sedang duduk atau berkumpul, mereka langsung menembakkan peluru gel secara membabi buta,” jelasnya.

Salah satu peluru kemudian mengenai bola mata kanan korban hingga membuatnya terluka. “Korban terkena peluru di bagian bola mata sebelah kanan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” tambah Aditya.

3. Pelaku tiba-tiba datang menyerang korban

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Kapolres Gowa. AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, menegaskan polisi akan menindak tegas para pelaku karena aksi tersebut sangat membahayakan keselamatan warga.

“Benar, ada remaja yang terkena tembakan peluru gel di bagian mata. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujar Aldy.

Ia juga memastikan korban tidak memiliki masalah dengan para pelaku. “Korban tidak tahu menahu. Tiba-tiba saja sekelompok remaja datang dan menembaki mereka yang sedang duduk di lokasi,” jelasnya.

Aldy menegaskan pihaknya telah memerintahkan tim Jatanras, Resmob, serta Kamneg Sat Intelkam Polres Gowa untuk memburu pelaku.

“Saya perintahkan Jatanras, Resmob, serta Kamneg Sat Intelkam Polres Gowa kejar pelaku sampai dapat,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius kepolisian karena penyalahgunaan senjata mainan peluru gel berpotensi menyebabkan luka serius hingga mengancam penglihatan korban. Polisi juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More