Kondisi rumah warga di Makassat terkurung tembok, harus panjat tangga untuk beraktivitas / Istimewa
Rasman menerangkan, dulunya pernah ada akses jalan lain yang digunakan. Namun, lahan di jalan itu ditutup seng pembatas karena sudah dibeli oleh salah satu pengusaha kuliner.
Saat itu, warga berupaya bernegosiasi dengan pemilik lahan agar jalan itu tetap dibuka. Namun negosiasi tak membuahkan hasil.
"Kalau anda mau lewat, ya sewa, silakan sewa. Saya membujuk, bilang amal jariah juga ini pak. Dia bilang jangan mi cerita amal, karena saya sudah bangun masjid. Sakit hatiku waktu itu," ucap Rasman menirukan percakapannya dengan pemilik lahan.
Berdirinya tembok yang membatasi pemilik rumah di lokasi bahkan sempat celakai warga. Hal itu diungkapkan Yusri, tetangga Rasman. Yusri mengaku anak perempuannya pernah terjatuh.
"Pulang dari sekolahnya, waktu itu kan hujan, jadi terpeleset (di tembok)," ucapnya.
Sedangkan sebagian penghuni rumah memilih mengungsi. Itu diungkapkan Sugeng, ipar dari Yusri. "Susah angkat barang karena saya usaha ikan lele. Makanya saya mengungsi, karena harus manjat tembok, kasihan kita," ujar Sugeng.