Makassar, IDN Times - Sebuah penelitian kolaboratif yang dilakukan di bawah Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi berhasil mengungkap sejarah panjang perkembangan teknologi peralatan batu di Sulawesi Selatan. Penelitian yang berbasis di situs prasejarah Leang Panninge, Kabupaten Maros, ini membuktikan bahwa kebudayaan prasejarah di Sulawesi memiliki akar yang sangat mendalam.
Hasil studi ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal arkeologi internasional, Archaeological and Anthropological Science, dengan judul "Evolution of stone flaking technology at Leang Panninge (South Sulawesi, Indonesia) from the Late Pleistocene to the 'Toalean' technocomplex". Penemuan ini sekaligus memecahkan persepsi lama dengan menunjukkan bahwa kebudayaan kuno di Sulsel tidak muncul secara instan.
