Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rekapitulasi Suara Makassar, Saksi PDI-P Protes Perbedaan Data Pemilih

Rekapitulasi Suara Makassar, Saksi PDI-P Protes Perbedaan Data Pemilih
Saksi dari PDI Perjuangan saat rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat Kota Makassar, Selasa (5/3/2024). IDN Times/Ashrawi Muin
Intinya Sih
  • Saksi PDI-P keberatan terhadap perbedaan jumlah pemilih di setiap jenjang rekapitulasi suara.
  • Ada 98 kertas suara untuk DPRD Provinsi Sulsel yang tidak ada pemilihnya, serta peningkatan jumlah daftar pemilih khusus di dua TPS.
  • Komisioner KPU Kota Makassar menyatakan bahwa ada masalah dalam cara KPPS menjumlah suara calon dan partai, namun telah dikoreksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Saksi dari PDI Perjuangan menyampaikan keberatan terhadap perbedaan jumlah pemilih di setiap jenjang. Ini terjadi pada hari terakhir rekapitulasi suara tingkat kota di Hotel Grand Asia, Makassar, Selasa (5/3/2024).

Ari saksi PDI Perjuangan menyampaikan keberatannya saat proses rekapitulasi suara untuk Kecamatan Biringkanayya. Dia mengatakan ada beberapa hal yang mereka kritisi khususnya perbedaan jumlah data pemilih.

"Pertama, perbedaan jumlah daftar pemilih tetap di setiap jenjang pemilihan," kata Ari kepada wartawan.

1. Saksi sebut ada kertas suara tidak ada pemilih

Saksi dari PDI Perjuangan saat rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat Kota Makassar, Selasa (5/3/2024). IDN Times/Ashrawi Muin
Saksi dari PDI Perjuangan saat rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat Kota Makassar, Selasa (5/3/2024). IDN Times/Ashrawi Muin

Ari menyebut ada perbedaan jumlah pengguna hak pilih dengan hasil jumlah total kotak suara yang digunakan baik suara sah maupun tidak sah. Dia menyebut 98 kertas suara yang digunakan untuk DPRD Provinsi Sulsel tidak ada pemilihnya.

"Ada 98 kertas suara yang tidak ada orangnya. Itu yang sementara kita kritisi dan sementara dicari apa masalahnya. Itu poin pentingnya Kecamatan Biringkanayya," kata Ari.

2. Jumlah DPK yang bertambah di 2 TPS PSU

Pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu 2024 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (25/2/2024)/Istimewa
Pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu 2024 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (25/2/2024)/Istimewa

Seiring berjalannya forum, saksi juga menemukan masalah lainnya. Dua TPS yang PSU masing-masing di Kelurahan Berua dan Kelurahan Pai tiba-tiba bertambah jumlah daftar pemilih khusus (DPK).

Ari menyebut ada 664 pemilih DPK di 2 TPS tersebut. Jika dirata-rata, maka ada sekitar 300 lebih DPK di masing-masing TPS. Menurut Ari, hal tersebut tidak masuk akal.

"Kalau bahasanya selalu ini salah input berarti tidak ada dokumen valid yang diperlihatkan, itu juga kita tidak bisa terima. Itu tadi kita minta untuk dibuka isinya," kata Ari.

Saksi PDI Perjuangan pun meminta supaya data disinkronkan. Setelah mencari tahu selisihnya, barulah dapat diketahui akar masalahnya.

"Makanya dari saksi di tingkat Kecamatan Biringkanayya itu tidak menandatangani D Hasil dan kita buatkan keberatan ada potensi indikasi penggelembungan suara di Kecamatan Biringkanayya," kata Ari.

3. KPU Makassar sebut telah sinkronisasi data

Ilustrasi pemungutan suara di Makassar. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Ilustrasi pemungutan suara di Makassar. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Makassar Sri Wahyuningsih, mengakui saksi parpol di Kecamatan Biringkanayya memang telah menyampaikan beberapa keberatannya. Terkait hal ini, KPU telah meminta PPK terkait untuk menelusuri.

Soal ada suara yang hilang, Sri mengatakan pihaknya telah mengoreksi datanya.

"Artinya, tidak ada sebenarnya suara yang hilang di situ tapi memang ada masalah yang terletak pada cara KPPS menjumlah.

Sri menjelaskan KPPS menjumlahkan semua calon tapi menempatkan totalnya di kolom suara partai. Padahal harusnya suara calon dicantumkan di bagian bawah.

"Jadi cara KPPS ini menjumlah ini yang kemudian di soal oleh mereka dan menganggap bahwa ada beberapa suara yang hilang. Tapi setelah kita koreksi dan betulan tidak ada yang hilang," kata Sri.

Terkait DPT, Sri mengaku PPK juga telah mensinkronisasikan. PPK telah menjelaskan di TPS mana saja yang ditemukan adanya kekurangan atau selisih.

"Itu sudah dibetulkan sama PPK tadi dan sudah dijelaskan juga. Tadi pagi sudah disampaikan ada beberapa TPS yang terdapat di beberapa kelurahan rinciannya ada sama PPK," kata Sri.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ashrawi Muin
EditorAshrawi Muin

Latest News Sulawesi Selatan

See More