Makassar, IDN Times - PT Sarana Utama Synergy (SUS) mengaku masih menghadapi kendala dalam menyosialisasikan rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Perusahaan ini menilai penolakan sebagian warga membuat komunikasi tidak berjalan optimal sehingga membutuhkan dukungan pemerintah.
Hal itu disampaikan Staf HR dan GA PT SUS, Fifi, setelah rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Kamis (25/6/2026).
Sebelumnya, warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi Pembangunan (GERAM) PLTSa menilai proyek tidak layak dibangun di Tamalanrea. Mereka mempertanyakan proses perizinan serta pelibatan masyarakat.
