Makassar, IDN Times - Produksi cabai rawit di Sulawesi Selatan mencapai 30.860 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 17.300 ton. Meski surplus 13.560 ton, harga cabai di sejumlah daerah masih tinggi karena permintaan dari luar Sulsel meningkat.
Plt Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel, Sarijuddin, mengatakan kenaikan harga cabai terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi tersebut turut dipengaruhi kekeringan akibat El Nino yang membuat hasil panen di sejumlah sentra produksi berkurang.
"Produksi cabai rawit sampai saat ini sebanyak 30.860 ton. Sementara kebutuhan konsumsi hanya 17.300 ton. Jadi ada selisih sebanyak 13.560 ton," kata Sarijuddin, Jumat (25/9/2026).
