ilustrasi kekerasan (IDN Times/Nathan Manaloe)
Saat memenuhi panggilan tersebut, Yuli mengaku mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh Ketua DPRD Bone. Menurut pengakuannya, sesaat tiba di kantin, sebuah bosara' berisi kue dilempar ke arah wajahnya. Setelah itu, ia mengaku disiram menggunakan air mineral sebelum botolnya juga dilempar.
"Sesampainya di kantin, satu bosara' berisi kue langsung dilempar ke muka saya. Setelah itu saya disiram satu botol air mineral, lalu botol airnya juga dilempar ke muka saya. Setelah itu saya dilempari lagi botol sambal," tutur Yuli.
Sekretaris DPRD Bone, Andi Muchlis, membenarkan adanya insiden yang melibatkan Ketua DPRD Bone dan seorang staf di lingkungan Sekretariat DPRD Bone. Namun, ia mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk mengetahui kronologi kejadian secara utuh sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Saya masih cari tahu detail seperti apa," kata Muchlis.
Menurutnya, setelah seluruh informasi terkumpul, Sekretariat DPRD Bone akan menentukan langkah yang akan ditempuh. Salah satu opsi yang terbuka adalah melakukan mediasi antara kedua belah pihak.
"Tapi yang pasti sekarang saya kumpulkan informasi dulu supaya kronologinya akurat dan tidak ada informasi yang keliru," tegasnya.