Perang-perangan Senjata Peluru Gel di Makassar Bikin Warga Khawatir

- Fenomena remaja bermain senjata peluru gel di Makassar makin meresahkan karena dilakukan di jalan umum, menimbulkan keresahan warga dan potensi bahaya bagi pengguna jalan.
- Polisi menegaskan meski tergolong mainan, peluru gel bisa menyebabkan cedera serius terutama pada mata, serta berpotensi memicu konflik antarwarga jika disalahgunakan.
- Penjualan senjata mainan meningkat pesat, mendorong polisi melakukan patroli, pembinaan terhadap remaja, serta pengecekan standar keamanan produk di toko-toko mainan.
Makassar, IDN Times - Fenomena remaja bermain senjata peluru gel alias gel blaster di Kota Makassar kian meresahkan warga. Aksi yang awalnya sekadar permainan itu kini berubah menjadi kejar-kejaran di jalanan hingga menembaki pengguna jalan, memicu banyak laporan masyarakat ke polisi.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, mengatakan tren ini merupakan bentuk baru remaja menunjukkan eksistensi diri. Setelah sebelumnya marak tawuran dan aksi rolling motor menggunakan panah busur, kini sebagian remaja beralih menggunakan senjata mainan.
“Ini salah satu bentuk baru perkumpulan remaja yang ingin menunjukkan eksistensi diri. Dulu ada tawuran dan panah busur, sekarang beralih ke senjata mainan,” ujar Arya saat dikonfirmasi Senin (2/3/2026).
1. Permainan berubah jadi meresahkan

Menurut Arya, permainan perang-perangan sebenarnya tidak menjadi masalah jika dilakukan di tempat khusus dan tidak mengganggu masyarakat. Namun, kondisi di Makassar berbeda karena aktivitas tersebut justru dilakukan di ruang publik.
Remaja disebut bermain di pinggir jalan, berkonvoi menggunakan sepeda motor, hingga saling tembak di area ramai. Bahkan, beberapa warga dilaporkan ikut menjadi sasaran tembakan saat melintas. Situasi ini dinilai berbahaya karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas maupun konflik antar warga.
“Sekarang sudah mulai meresahkan. Mereka main di jalan, kejar-kejaran pakai motor, tembak-tembakan. Banyak masyarakat yang melapor supaya ditindak,” katanya.
2. Senjata mainan tetap berbahaya

Meski tergolong mainan, polisi menilai peluru gel tetap memiliki risiko serius, terutama jika mengenai bagian tubuh sensitif. Arya menjelaskan, peluru gel yang ditembakkan dari jarak dekat bisa menyebabkan cedera serius, bahkan berisiko mengakibatkan kebutaan jika mengenai mata.
“Kalau kena badan mungkin tidak apa-apa, tapi kalau kena mata ini bahaya. Walaupun senjata mainan, kalau sampai melukai bisa menjadi tindak pidana,” tegasnya.
Selain risiko luka, aksi perang-perangan di jalan juga dikhawatirkan memicu kesalahpahaman yang berujung tawuran baru.
3. Toko mainan diserbu remaja

Maraknya tren ini turut berdampak pada meningkatnya penjualan senjata mainan di Makassar. Sejumlah toko mainan bahkan ramai diserbu remaja yang ingin membeli senjata peluru gel dan omega.
Polisi pun berencana melakukan pengecekan terhadap toko penjual, termasuk memastikan standar keamanan produk yang dijual.
“Nanti kami akan datangi toko mainan, mengecek apakah senjata mainan itu sudah memenuhi standar SNI atau belum,” ujar Arya.
4. Polisi lakukan patroli dan pembinaan

Sejauh ini polisi belum melakukan penahanan terhadap remaja yang terlibat. Pendekatan yang dilakukan masih bersifat pembinaan.
Remaja yang kedapatan berkumpul atau bermain perang-perangan akan dibawa ke kantor polisi untuk didata, diberikan peringatan, serta diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Orang tua hingga aparat wilayah seperti RT/RW, lurah, dan camat juga turut dipanggil untuk memastikan pengawasan terhadap anak-anak tersebut.
Arya pun mengimbau para remaja, khususnya selama bulan Ramadan, agar mengisi waktu dengan kegiatan positif dan tidak melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami patroli tiap hari dan selalu dibubarkan. Kami harap remaja bisa lebih fokus beribadah dan tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,” tutup Arya.


















