Korban perampokan di Makassar menceritakan detik-detik dia diancam pelaku dengan parang. (IDN Times/Darsil Yahya)
Salam menceritakan, saat kejadian ia membawa kardus isinya uang tunai kurang lebih Rp 400 juta. Uang itu hasil penjualan dan setoran dari pelanggan toko grosir tempat ia bekerja. Sementara yang di kantong kresek isinya makanan.
Ia mengatakan, dirinya baru tiba usai mengantar barang di Jalan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini. Dari sana, dia kemudian ia disuruh oleh bosnya untuk membawa kardus yang berisi uang Rp 400 juta ke Jalan Anuang.
"Pas masuk rumah dan menutup pagar, tiba-tiba ada yang mengetuk. Saya kira orang mau ambil barang, tapi begitu buka pagar, langsung ditodong pakai parang,” ucap Salam saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (22/4/2025).
Pelaku disebut mengenakan masker dan datang dari arah jalan raya. Usai menodong korban, pelaku mengambil kardus berisi uang dan memaksa korban mundur. Korban sempat berteriak dan berusaha mengejar, namun pelaku berhasil melarikan diri ke arah lorong dan hilang jejak.
“Saya tidak tahu apakah dia sudah mengintai dari awal atau bagaimana. Saya juga merasa tidak diikuti dan juga tidak melihat ada orang, karena memang di sepanjang jalan ini sunyi," ujarnya.