Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perampok Gasak Uang Rp400 Juta dari Karyawan Toko di Makassar

Perampok Gasak Uang Rp400 Juta dari Karyawan Toko di Makassar
Rekaman CCTV karyawan toko di Makassar kehilangan uang Rp400 juta usai dibawa kabur perampok. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Seorang karyawan toko grosir di Makassar, Sulsel, dirampok oleh pria bersenjata tajam, kehilangan uang Rp400 juta
  • Rekaman CCTV menunjukkan pelaku mengancam korban dengan parang dan kabur dengan uang tersebut
  • Korban melaporkan kejadian ini ke polisi dan pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini serta mengejar pelaku
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Seorang karyawan toko grosir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), jadi korban perampokan oleh pria bersenjata tajam. Video korban yang kehilangan uang Rp400 juta beredar di media sosial.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Senin (21/4/2025) sekitar pukul 17.30 WITA. Dalam rekaman CCTV yang beredar, korban bernama Salam (38) dirampok saat berjalan menuju rumah sambil membawa kardus berisi uang.

1. Pelaku bermasker beraksi dengan membawa parang

Korban perampokan di Makassar menceritakan detik-detik dia diancam pelaku dengan parang. (IDN Times/Darsil Yahya)
Korban perampokan di Makassar menceritakan detik-detik dia diancam pelaku dengan parang. (IDN Times/Darsil Yahya)

Rekaman CCTV memperlihatkan saat Salam membuka pintu pagar dan masuk ke dalam rumah. Saat itu juga, seorang pria yang mengenakan masker, jaket hitam dan membawa parang, berjalan membuntuti korban.

Pelaku terlihat mengetok pintu pagar dan mengancam Salam dengan parang. Dia lalu mengambil kardus yang berisi uang Rp400 juta. Setelah itu pelaku langsung kabur dari lokasi.

2. Sempat mengejar pelaku, korban kehilangan jejak

Korban perampokan di Makassar menceritakan detik-detik dia diancam pelaku dengan parang. (IDN Times/Darsil Yahya)
Korban perampokan di Makassar menceritakan detik-detik dia diancam pelaku dengan parang. (IDN Times/Darsil Yahya)

Salam menceritakan, saat kejadian ia membawa kardus isinya uang tunai kurang lebih Rp 400 juta. Uang itu hasil penjualan dan setoran dari pelanggan toko grosir tempat ia bekerja. Sementara yang di kantong kresek isinya makanan.

Ia mengatakan, dirinya baru tiba usai mengantar barang di Jalan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini. Dari sana, dia kemudian ia disuruh oleh bosnya untuk membawa kardus yang berisi uang Rp 400 juta ke Jalan Anuang.

"Pas masuk rumah dan menutup pagar, tiba-tiba ada yang mengetuk. Saya kira orang mau ambil barang, tapi begitu buka pagar, langsung ditodong pakai parang,” ucap Salam saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (22/4/2025).

Pelaku disebut mengenakan masker dan datang dari arah jalan raya. Usai menodong korban, pelaku mengambil kardus berisi uang dan memaksa korban mundur. Korban sempat berteriak dan berusaha mengejar, namun pelaku berhasil melarikan diri ke arah lorong dan hilang jejak.

“Saya tidak tahu apakah dia sudah mengintai dari awal atau bagaimana. Saya juga merasa tidak diikuti dan juga tidak melihat ada orang, karena memang di sepanjang jalan ini sunyi," ujarnya.

3. Korban sudah melapor ke polisi

Rekaman CCTV karyawan toko di Makassar kehilangan uang Rp400 juta usai dibawa kabur perampok. (Dok. Istimewa)
Rekaman CCTV karyawan toko di Makassar kehilangan uang Rp400 juta usai dibawa kabur perampok. (Dok. Istimewa)

Korban mengaku hampir setiap hari diminta oleh bosnya untuk membawa kardus berisi uang hasil penjualan toko ke rumah di Jalan Anuang. Namun ia juga heran karena pelaku mengincar kardus tersebut.

"Di sini juga banyak karyawan yang keluar masuk kerja, jadi saya tidak tahu pasti (apakah pelakunya mantan karyawan atau bukan). Tapi tidak ada yang saya curigai," kata Salam.

Salam mengaku, usai kejadian ia langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Polrestabes Makassar. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini dan mengejar pelaku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More