Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pencarian Nelayan Jatuh di Perairan Makassar New Port Ditutup

Operasi pencarian dan pertolongan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar ditutup, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Basarnas Makassar)
Operasi pencarian dan pertolongan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar ditutup, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Basarnas Makassar)

Makassar, IDN Times – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari. Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan sesuai prosedur standar, namun korban belum berhasil ditemukan hingga hari terakhir operasi.

Penutupan operasi dilakukan setelah seluruh sektor pencarian disisir secara maksimal. Keputusan penghentian diambil melalui debriefing akhir bersama keluarga korban dan unsur terkait, menandai berakhirnya operasi resmi di lapangan.

1. Operasi pencarian berlangsung tujuh hari

Operasi pencarian dan pertolongan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar ditutup, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Basarnas Makassar)
Operasi pencarian dan pertolongan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar ditutup, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Basarnas Makassar)

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menutup Operasi SAR terhadap nelayan bernama Hery (43) yang dilaporkan jatuh dari kapal pada Minggu (8/2/2026). Peristiwa itu terjadi di perairan sekitar New Port milik Pelindo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Operasi pencarian dilaksanakan selama tujuh hari penuh sesuai standar operasional yang berlaku. Hingga Sabtu (14/2/2026), korban belum ditemukan meskipun berbagai metode pencarian telah diterapkan oleh tim gabungan.

2. Korban tak ditemukan lewat penyisiran laut

Operasi pencarian dan pertolongan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar ditutup, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Basarnas Makassar)
Operasi pencarian dan pertolongan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar ditutup, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Basarnas Makassar)

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa seluruh potensi pencarian telah dikerahkan. Tim melakukan penyisiran laut menggunakan perahu karet, rigid inflatable boat, serta armada penyelamat lainnya.

Selain penyisiran laut, pemantauan visual dan koordinasi intensif juga dilakukan dengan unsur SAR gabungan. Tim melibatkan personel dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, TNI/Polri, hingga masyarakat pesisir untuk memperluas area pencarian.

“Operasi SAR telah kami laksanakan selama tujuh hari sesuai prosedur. Seluruh area yang menjadi sektor pencarian telah disisir secara optimal. Namun hingga hari terakhir, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Sultan.

3. Operasi resmi ditutup, masyarakat tetap diimbau waspada

Operasi pencarian dan pertolongan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar ditutup, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Basarnas Makassar)
Operasi pencarian dan pertolongan seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal di perairan Makassar ditutup, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Basarnas Makassar)

Penutupan operasi ditandai dengan debriefing akhir serta penandatanganan berita acara penghentian operasi oleh pihak keluarga korban bersama unsur SAR. Langkah ini menjadi prosedur resmi setelah seluruh upaya pencarian dinyatakan selesai.

Meski operasi dihentikan, pihak SAR tetap mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sultan juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh unsur yang terlibat selama operasi berlangsung.

“Terima kasih atas dedikasi dan sinergi seluruh tim SAR gabungan. Semoga kerja kemanusiaan ini menjadi ladang pengabdian bagi kita semua,” tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Pemprov Sulsel Mulai Awasi Pemasangan Baliho Parpol Sembarangan

14 Feb 2026, 19:41 WIBNews