Makassar, IDN Times - Polemik dugaan diskriminasi dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Sulawesi Selatan terus bergulir. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan seluruh proses seleksi berlangsung profesional dan objektif, di tengah sorotan publik terkait tidak terpilihnya salah satu peserta asal Kota Makassar.
Perdebatan mencuat di media sosial setelah muncul tudingan adanya perlakuan tidak adil terhadap peserta bernama Cathlyn Yvaeni Lesmana, siswi asal Makassar berlatar etnis Tionghoa. Narasi dugaan diskriminasi itu memicu reaksi publik.
