Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Makassar Tunggu Izin Kemendagri untuk Rotasi 24 Pejabat
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Istimewa)
  • Pemerintah Kota Makassar siap melakukan rotasi besar-besaran terhadap 24 pejabat eselon II setelah izin resmi dari Kemendagri.
  • Ada delapan posisi eselon II yang kosong, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sekretaris Daerah, dan lainnya.
  • Kosongnya jabatan juga terjadi di eselon III dan IV, dengan opsi asesmen ulang atau lelang jabatan baru sebagai solusi pengisian posisi kosong.
  • Pemerintah Kota Makassar bersiap melakukan rotasi besar-besaran terhadap 24 pejabat eselon II setelah izin resmi dari Kemendagri.
  • Delapan posisi eselon II kosong termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sekretaris Daerah, dan lainnya.
  • Kekosongan jabatan juga terjadi di eselon III dan IV, Pemkot Makassar mempertimbangkan opsi asesmen ulang atau lelang jabatan baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar tengah bersiap melaksanakan rotasi besar-besaran terhadap 24 pejabat eselon II. Namun, pelaksanaan kebijakan ini masih menunggu izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan izin melalui mekanisme yang berlaku. 

"Kita sudah bersurat dan mengajukan permohonan izin melalui aplikasi sesuai aturan yang berlaku. Kalau tidak ada regulasi ini, kita pasti sudah mulai melakukan rotasi," kata Munafri, Rabu (19/3/2025). 

1. Proses melalui tahapan administrasi ketat

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin rapat evaluasi BUMD di Balai Kota Makassar, Jumat (14/3/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Menurut Munafri, proses ini harus melalui tahapan administrasi yang ketat karena mekanisme pengisian jabatan eselon II diatur oleh pemerintah pusat. Saat ini, ada delapan posisi eselon II yang kosong. 

Posisi yang kosong itu yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Selain itu, posisi Sekretaris Daerah juga telah kosong selama satu tahun terakhir. 

"Eselon II yang kosong ada delapan, tambah yang bisa diputar (dirotasi), sehingga totalnya bisa mencapai 24 posisi," jelas Munafri.

2. Kekosongan jabatan juga terjadi di eselon III dan IV

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin rapat evaluasi BUMD di Balai Kota Makassar, Jumat (14/3/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Tak hanya di eselon II, kekosongan jabatan juga terjadi di eselon III dan IV dengan jumlah mencapai ratusan posisi. Untuk pengisian jabatan tersebut, Pemkot Makassar harus mengusulkan nama-nama sebelum mendapatkan persetujuan dari Kemendagri.

Munafri juga mempertimbangkan opsi asesmen ulang atau lelang jabatan baru untuk mengisi posisi kosong. Jika opsi ini diambil, maka hasil lelang jabatan di masa pemerintahan sebelumnya berpotensi dibatalkan.

"Kita akan lihat apakah perlu dilelang ulang. Jika belum ada aturan baru, kita akan mengikuti regulasi yang ada untuk mencari solusi terbaik," katanya.

3. Rotasi bertujuan meningkatkan efektivitas birokrasi

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Munafri menegaskan rotasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas birokrasi dan memastikan kinerja pemerintahan yang lebih optimal dalam melayani masyarakat. Dia menegaskan pihaknya hanya menunggu keputusan dari Kemendagri sebelum mengambil langkah lebih lanjut. 

"Sekarang kita tinggal menunggu kabar dari Kemendagri," katanya.

Editorial Team

Related Article